Akun Pijat Esek-esek Ini Sediakan Ratusan Gadis Cantik

Akun Pijat Esek-esek Ini Sediakan Ratusan Gadis Cantik

Akun Pijat Esek-esek Ini Sediakan Ratusan Gadis Cantik. Bisnis prostitusi berkedok panti pijat sudah bukan rahasia lagi di ibukota kerap jadi tempat prostitusi terselubung. Tempat hiburan ini kerap menyuguhkan fasilitas karaoke sebagai manipulasi bisnis lendir mereka. Misal saja panti pijat yang berada di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat. Lokasi pijat esek-esek di sana sebagian besar tak memiliki ijin hiburan, namun tempat ini menjadi lokasi praktek prostitusi.

Kalau sepintas terlihat di pampletnya tertulis itu panti pijat tradisional padahal itu hanya tameng saja namun di dalam tempat prostitusi.

“Termasuk juga salah satu panti pijat di wilayah Kembangan,tempat itu ramai setiap hari di kunjungi masyarakat setempat maupun dari daerah lain,” terang Sukirman, warga sekitar, beberapa saat kemarin.

Pada kawasan ini terdapat ratusan tempat dugem yang kerap menjadi lokalisasi prostitusi. Sukirman berharap, aparat penegak perda Pemprov DKI tak tebang pilih dalam menutup kawasan ini.

Menanggapi kondisi itu, menurut Kasi Pembinaan Industri Pariwisata, Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakbar Rizalludin mengatakan,masalah ini sudah terjadi dari masa lalu.

“Sebagai tindakan pengawasan dan pembinaan sesuai tupoksi saya, sementara ini sudah menyiapkan surat undangan kepada 69 pemilik usaha karaoke setelah disetujui kasudin,” ungkap ia.

Sesuai Permen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI No 16 tahun 2014 tentang standard usaha karaoke dan Kepgub No 98 Tahun 2004 tentang waktu penyelenggaraan industri pariwisata.

“Sesuai Kepmen dan Kepgub,pihak pemilik usaha tempat hiburan karaoke harus menyiapkan kaca kontrol,peredam dan juga harus sesuai jam buka pukul 14.00 dan tutup sampai pukul 02.00 pagi,” ujarnya.

Sebagai tugas pokoknya untuk melakukan pengawasan dan pembinaan, dirinya sementara ini sejak mulai bertugas sudah turun mengawasi tempat tempat hiburan. Hasilnya sebanyak 18 tempat usaha hiburan dan nanti akan dikoordinasikan dengan Satpol-PP untuk penertiban sebab sudah tugas mereka.

“Sedangkan untuk panti pijat yang dijadikan prostitusi, nanti kita awasi,” sambungnya.

Ia berdalih, kebanyakan surat konfirmasi dari aparat Pemprov DKI hanya berupa imbauan agar pemilik usaha hiburan tahu yang mengeluarkan ijinnya bukan Dinas pariwisata yang mengeluarkan tapi hanya sebatas pengawasan dan pembinaan terhadap pengusahanya.

Tak hanya itu, demi mempromosikan usaha bisnis prostitusi berkedok panti pijat. Para pemilik kerap mengiklankan tempat mereka beserta para therapist –sebutan pemijat di panti pijat– di sejumlah media sosial.

Misal, di salah satu blog yang memampang gambar Panti Pijat Kimochi, terdapat testimoni yang menuliskan: “KIMOCHI, Jl Mangga Besar VIII no.12B/C, tergantung orangnya minimal ‘dikocok’ pake tangan atau main di tempat.” (beritasatu)

Baca juga:

You May Also Like