Berburu Pramunikmat Kelas Teri di Monas (1)

Berburu Pramunikmat Kelas Teri di Monas (1)

Berburu Pramunikmat Kelas Teri di Monas (1) – Monumen Nasional (Monas) adalah kawasan wisata khas kebanggaan masyarakat Jakarta. Dikelilingi pusat pemerintahan dan berdampingan dengan istana negara.

Namun jika malam mulai larut, ada warna lain di jantung ibukota metropolitan ini. Ya, di sekitar Monas ternyata ada praktik prostitusi. Bahkan masih marak terjadi hingga saat ini. Disinilah surga pria dewasa yang ingin berburu pramunikmat kelas teri.

Para penjaja cinta di sekitar Monas beroperasi di beberapa titik. Umumnya beraksi di atas pukul 21.00 WIB atau ketika jalanan mulai sepi.

“Dulu beberapa kali dirazia, tapi balik lagi. Ya sekarang sepertinya dibiarkan saja sama pemerintah. Jadi tetap ramai,” ujar Jarwo (nama samaran), preman liar penguasa kawasan Monas yang ditemui.

Omongan Jarwo bukan sekadar pepesan kosong. Maklum. Pria asal Surabaya Jawa Timur ini mengaku ikut menggantungkan hidup di Monas sejak adanya kafe-kafe malam di lapangan parkir Monas tahun 2000-an silam.

“Dulu lebih banyak lagi, mereka mulai kesini sejak ada kafe-kafe malam di Monas,” sambungnya.

Salah satu titik favorit yang menjadi incaran pramunikmat dalam menjajakan diri terletak di sepanjang Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.

Dalam perburuan kami, mereka mangkal di trotoar dan halte-halte di depan Stasiun Gambir. Tidak seperti penjaja cinta pada umumnya yang berdandan menor dan berpakaian seksi, di lokasi ini para pramunikmat menyaru layaknya penumpang yang sedang menunggu angkutan umum.

Yang tak bisa dibohongi justru dari tatapan matanya yang nakal, ketika melihat pengendara yang melintas. Baik pada pengendara motor atau mobil.

Nah, ketika ada pengendara yang berhenti, barulah mereka akan menyambangi. Tak usah khawatir, karena para pramunikmat itu sudah tahu tujuan pria-pria yang berhenti di dekatnya. [adm]

You May Also Like