Berburu Pramunikmat Kelas Teri Di Monas (3 – Habis)

Berburu Pramunikmat Kelas Teri Di Monas (3 – Habis)

Berburu Pramunikmat Kelas Teri Di Monas (3 – Habis) – Monumen Nasional (Monas), ternyata tak seindah seperti cerita-cerita orang kampung yang mengunjunginya. Ya, jika malam mulai larut, di sekitaran Monas masih dihuni para pramunikmat yang menjajakan tubuhnya.
Koleksi-Foto-Cewek-Cantik-dan-Seksi (2)
Selain di sepanjang Jalan Medan Merdeka Timur dan Barat, titik lainnya berada di Jalan Medan Merdeka Selatan. Di lokasi tersebut penjaja cinta bertarif murah itu mangkal di trotoar, persisnya di tikungan tak jauh dari Patung Kuda hingga ke pintu masuk parkiran umum Monas.

“Mereka ngga berani terlalu ke arah Kedubes AS, karena dekat kantornya Ahok, pada ngeri,” ujar Jarwo (nama samaran), preman penguasa Monas yang ditemui RMOLJakarta.

Khusus yang di sekitar Medan Merdeka Selatan, mereka beroperasi lebih malam lagi. “Mereka yang mangkal disitu, kalau sore pada cari ‘tamu’ di pelataran parkir umum Monas. Kan disana ada warung-warung dadakan gitu,” sambung Jarwo.

Untuk bisa mendapatkan layanan kenikmatan dari pramunikmat di Monas cukup murah meriah. “Paling mahal Rp 200 ribu. Tapi buka harganya Rp 300 ribu. Kalau lagi sepi, Rp 100-150 ribu juga sudah diangkut,” jelas Jarwo lagi.

Apa yang diutarakan Jarwo ternyata benar. Ketika kami menyambanginya, mereka memang buka harga Rp 300 ribu.

Menariknya, pramunikmat di Monas tidak mengenal short time atau long time. “Kalau segitu pokoknya nggak nginap. Kalau mau nginap bayar dobel,” ujar Mila, tentu bukan nama sebenarnya, pramunikmat Monas.

Bandrol yang dipatok Mila, ternyata hampir sama dengan penjaja cinta di sepanjang Jalan Medan Merdeka Timur dan Barat. Benarkah sudah ada sindikasi disana?

“Nggak ada mami, nggak ada yang ngatur. Kita semua disini kerja sendiri kok,” pungkas Mila. [adm](rmoljakarta)

You May Also Like