Bersama Penari Striptease Ibukota Semalam (2)

Bersama Penari Striptease Ibukota Semalam (2)

Bersama Penari Striptease Ibukota Semalam (2) – Penari striptease yang menjamur di Ibukota Jakarta, ternyata telah terorganisi dengan rapi. Mereka tidak bekerja sendirian.

“Kita punya semacam agency. Jadi mereka-mereka yang mengatur jadwal dimana kita harus ditempatkan. Jadi pihak tempat hiburan tahunya terima jadi,” jelas Eva (nama samara), penari striptease yang kami temui .

Menurut gadis kuning langsat berusia 19 tahun ini, penari striptease tersebut tidak menetap di satu tempat. “Ya dirolling, cuma waktunya ngga tentu. Kadang sebulan, kadang lebih,” sambungnya.

Rolling itu dilakukan jika sang penari sudah ‘tidak laku’ di lokasi tempat hiburan dimana dia ditempatkan. “Jadi kalau dirolling, nanti promosinya kita itu sebagai ‘barang baru’, pasti laku keras,” tambah Eva sembari tertawa lebar.

Menariknya, kendati terikat oleh sebuah agency, mereka tidak dirumahkan dalam satu tempat. Ya. Para penari striptease ini bebas mau tinggal dimana.

“Yang penting kita punya kewajiban, bekerja dengan baik,” lanjut Eva lagi.

Karena terikat dengan sebuah agency, pendapatan mereka juga akan dipotong. “Bagian kita nggak banyak mas, karena dari nominal yang dipatok, harus dibagi-bagi dengan pihak tempat hiburan dan agencynya,” urai Eva.

Besarnya potongan itu pun bervariasi, bergantung pada pendapatan masing-masing striptease. “Makin gede kita layani tamu, ya makin banyak juga potongannya. Tapi itu tidak termasuk uang tips,” jelasnya.

Besarnya potongan tersebut akan sangat berpengaruh pada omzet penari striptease. Karenanya, tak jarang dari mereka secara diam-diam melakukan buking luar (BL). Tentu saja, pria-pria yang membukingnya itu telah dikenal sebelumnya di tempat ia menjalani profesi sebagai penari striptease.[adm]

You May Also Like