Bisnis ‘Kolam Susu’GM Super (2)

Bisnis ‘Kolam Susu’GM Super (2)
Bisnis ‘Kolam Susu’GM Super (2) – Cerita Hartono, barangkali hanya satu lembar yang terbuka dari sekian ratus lembar yang tertutup. Dalam ratusan Bisnis ‘Kolam Susu’ GM Super lembaran yang masih tertutup itu, di dalamnya masih banyak terdapat catatan tentang kisah sejumlah GM yang sampai kini masih jaya dan terus menjalankan operasinya. Dan sejumlah GM itu banyak yang berstatus wanita.
sagdfhgjhkjl
GM Wanita. Dalam skala kecil saja, di beberapa tempat hiburan di Jakarta yang menawarkan jasa wanita penghibur, hampir kebanyakan GM-nya adalah wanita. Di diskotek-karaoke LM, kawasan Hayam Wuruk misalnya, lima ‘mami’ yang membawahi sedikitnya 100 wanita penghibur adalah GM wanita. Dan jangan salah, para GM ini mempunyai wilayah kekuasaan yang luas.Mereka pada garis besarnya bertindak sebagai manager. Dalam prakteknya, seperti di panti plus DK, kawasan Grogol, Jakarta Barat misalnya, semua wanita penghibur yang jumlahnya mencapai 300 wanita, di bawah kendali GM.
Sekitar 300 wanita pekerja seks profesional itu diorganisir oleh beberapa orang GM yang membawahi beberapa puluh orang. Biasanya, satu GM mengorganisir sekitar 50-100 orang. Tengok saja pembagian keuangan yang berlaku di panti plus, DK. Tarif yang berlaku di situ Rp. 80 ribu/jam untuk kelas biasa dan Rp. 90 ribu/jam untuk kelas VIP. Untuk tarif Rp. 80 ribu, setorannya terbagi menjadi Rp. 30 ribu untuk GM, Rp. 30 ribu lagi masuk ke rekening GM sebagai uang tabungan dan jaminan, Rp. 40 ribu masuk ke manajemen panti, Rp. 2.500 untuk uang “keamanan”dan Rp. 7.500 diterima casholeh si wanita penghibur. Itu hanya satu kasus dalam skala kecil. Dari situ saja, tampak dominasi GM yang paling tidak mendapatkan masuknya uang dalam jumlah yang paling besar. Meskipun Rp. 30 ribu dihitung sebagai simpanan dan jaminan untuk si wanita penghibur, tapi arus masuk keluar itu tetap saja di bawah GM.

You May Also Like