Bisnis ‘Kolam Susu’GM Super (3)

Bisnis ‘Kolam Susu’GM Super (3)
Bisnis ‘Kolam Susu’GM Super (3) – Salah seorang wanita penghibur di diskotek-karaoke DK, sebut Wiwin, 24 tahun, gadis asli Malang, Jatim mengatakan, sudah hampir dua tahun ia bekerja di DK. Win mengaku menjadi anak buah ‘Mami’ Tien, 38 tahun. Menurutnya, ada sedikitnya 25 wanita yang tinggal bersamanya. Mami Tien inilah yang mengontrol kendali hidup dan pekerjaannya.
539a6240c4c123d8e0bedd8a2bc255a0
“Semua diurus Mami Hen. Mau beli bedak saja, mesti lewat dia dan dikawal. Apalagi barang mewah seperti perhiasan,” ungkap Wiwin terus terang.
Di rumah penampungan 2XX, di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, GM Joyce, 42 tahun, tak kalah ‘basah’nya. Wanita setengah baya yang sudah meng-geluti bisnis ‘kolam susu’ selama hampir lima tahun itu, mempunyai anak buah tak kurang dari 25 wanita. Mereka ini di-tempatkan dalam sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal sehari-hari.
Di rumah itulah, Joyce menjalankan roda bisnisnya. Saban hari, puluhan laki-laki mampir untuk mencari pasangan tidur. Dengan tarif Rp. 300 ribu untuk one short time, Joyce memburu laki-laki kalangan menengah sebagai ladang bisnis ‘kolam susu’nya. Rumah Joyce sebenarnya hanya berfungsi sebagai rumah penampungan untuk bertransaksi, lain tidak! Fasilitas rumah itu dilengkapi dengan halaman parkir yang muat untuk lima sampai delapan mobil, ruangan ber-AC dan interior rumah yang cukup mewah. Ruangan tamu yang menjadi tempat bersantai untuk tamu cukup lebar dilengkapi sofa empuk memanjang dengan meja kaca. Begitu damu datang, langsung dipersilakan me-milih gadis yang dikehendaki. Biasanya, Joyce sendiri yang mengkoordinir proses transaksi itu sampai mencapai kata sepakat. Begitu deal, bayar kontan di tempat dan tamu bebas membawa wanita penghibur kemana mereka suka. Untuk transaksi one short time, tarifnya memang Rp. 350 ribu. Tapi dalam prakteknya, banyak tamu yang boking untuk long time,bisa all nitebahkan tak jarang berharihari. Tarif long time, satu malam, biasanya berkisar dari harga Rp. 750 ribu sampai Rp. 2 juta. Dalam sehari, Joyce bisa melakukan transaksi tak kurang dari 5-10 orang. Bahkan, kalau lagi musim gajian, transaksi tersebut bisa naik dua kali lipat. Para gadis yang menjadi anak didik Joyce mempunyai usia yang beragam.
Dari  yang muda sampai yang punya jam terbang tinggi. “Yang paling tua umurnya 28 tahun. Itu pun dua atau tiga orang. Yang lain, masih muda-muda dong,” tukas Joyce sembari mempromosikan anak buahnya. Bisa dikira-kira, berapa banyak uang yang masuk ke kantong dari bisnis kolam susu yang digeluti Joyce? Yang pasti, bisnis-nya amatlah basah. Bayangkan saja kalau dalam sehari terjadi transaksi minimal 5 kali dengan total Rp. 350 ribu per orang. Jumlahnya Rp. 1.750.000,-. Itu baru ukuran minimal atau transaksi dengan estimasi rendah. Dalam transaksi besar, jumlah uang yang beredar, dari transaksi short timesampai long time,pastilah puluhan juta jumlah uang yang terkumpul. Gambaran layaknya wanita kaya yang hidup makmur segera terbayang. Wanita yang masih tampak cantik dan terawat itu, tinggal bersama dua anak lelakinya, —tanpa suami, dua orang staf yang membantu menjalankan roda bisnis sehari-hari dan tiga orang pembantu rumah tangga.
Sebuah mobil New Ice dan BWM Seri 5 tampak mengisi garasi di sudut kiri rumahnya. Dari penampilannya saja tampak sekali barangbarang bermerek menempel di tubuh Joyce. Penampilan sehari-hari tampak selalu mewah. Dari baju yang dikenakan, jam tangan sampai sepatu yang membungkus dua kaki. Para anak didik Joyce sebagian ada yang tinggal di rumah, sebagian lagi dikontrakkan di sebuah apartemen, tak jauh dari rumah penampungan. Meski kebanyakan berstatus freelance, setiap harinya ada sekitar 10-15 wanita yang stand-by di rumah penampungan sedari siang. Kalau tidak begitu, sebuah album ekslusif diletakkan di ruang tamu untuk membantu tamu memilih pasangan. Jadi, kalau wanita yang dikehendaki tamu tidak ada di tempat, Wati atau stafnya tinggal memberikan album foto. Jaringan bisnis Joyce tidak hanya berhenti sampai di ‘rumah penampungan’.

You May Also Like