loading...
BLUE SAUNA EROPA TIMUR (2) – Mata Lelaki

BLUE SAUNA EROPA TIMUR (2)

BLUE SAUNA  EROPA TIMUR (2)
loading...
BLUE SAUNA  EROPA TIMUR (2) – Kami pun berpisah di pelataran parkir. Mobil Riko ditinggal dan dia memilih berangkat dengan Chandra yang masih saja setia dengan Terano hitamnya.
SAYA tiba di MS sekitar pukul 21.00 WIB. Ketika saya telepon via ponsel, Chandra mengatakan sudah “stand by” dengan Riko di dalam ruangan “home theatre”. Saya langsung memarkir mobil di depan gedung MS yang tampak mentereng.
MS sendiri berada di antara bangunan yang dijadikan sebagai restoran dan pertokoan. MS memang tampak lebih mentereng dan jauh lebih besar dibanding bangunan di sekitar. Bagaimana tidak? Gedung MS itu, kabarnya, dibangun dengan menggabungkan 10 ruko sekaligus menjadi satu. Pantas memang kalau MS tampak mewah, dari luas sampai interior bangunan gedung. Letaknya persis berada di seberang sebuah mal perbelanjaan yang menyediakan aneka keperluan seharihari.
Saya langsung menuju ruangan “home theatre”. Di pintu masuk, saya disambut dua resepsionis wanita yang dengan ramah menyilakan saya masuk. Sebelum sampai di ruangan karaoke, saya melintasi sebuah lobby yang dilengkapi sarana restoran. Restoran itu tampak ramai oleh tamu laki-laki dan wanita. Biasanya, di resto inilah sejumlah tamu memilih menghabiskan waktu dengan sekedar minum-minum dan menikmati hidangan yang tersedia sambil menunggu teman, order ruangan karena “waiting list” sampai sekedar cuci mata memelotoli sejumlah LC cantik yang mondar-mandir.
00028889
Saya diantar seorang pramusaji menuju ruangan yang ditempati Chandra. Ruangan karaoke yang tersedia di MS ada di semua lantai. MS scndiri bangunannya terdiri dari empat lantai. Rupanya, Chandra menempati ruangan “home theatre” yang berada di lantai dua. Di MS sendiri fasilitas yang diberikan adalah home theatre,sauna dan shiat-su.
“Lama bener. Mampir ke mana dulu lo?” tanya Chandra begitu melihat saya masuk ruangan.
Saya pikir, MS itu adalali sebuah klub malam yang di dalamnya ada fasilitas disko, karaoke atau resto. Tapi, ternyata MS lebih pas disebut sebagai klub kebugaran dan rileksasi.
Ruangan di “home theater” itu tersebut sedikit lemaram. Sebuali layar besar berada di tengah, nyaris menempel pada dinding. Alunan merdu lagu My Way baru saja berakhir dan berganti dengan lagu No Me Ames. Chandra bersama Riko duduk santai di sofa hitam. Di atas meja terhidang sebotol Jack Daniels atau biasa disebut “jackdi” lengkap dengan Coca Cola dan es batu. Juga ada beberapa piring makanan kecil dan dua piring besar buah-buahan segar. Rupanya, Chandra dan Riko sudah menghabiskan setidaknya lima sampai enam buah lagu. Makanya, begitu saya datang, Chandra sudah bersiap-siap mencari penghangat dan pemanas suasana.
“Lo berdua pacaran ya. Mana wanitanya? Katanya lo member-nya. sini. Garing2 nih suasananya,” ledek saya. “Sabar dong. Gue kan nungguin lo,” balas Riko.

You May Also Like