“COCKTAIL GIRLS” V-VIP ROOM (1)

“COCKTAIL GIRLS”  V-VIP ROOM (1)
“COCKTAIL GIRLS”  V-VIP ROOM (1) – GADIS-GADIS cantik dijadikan sebagai hidangan pembuka dan penutup di sejumlah hotel-hotel berbintang. Sebutan populernya “cocktail girls”.
Tiga gadis itu dengan sikap anggun duduk di sola hitam. Ada yang mengenakan busana sackdress seksi, ada juga yang hanya memakai rok mini (sekali). Gadis pertama membiarkan rambutnya tergerai menyentuh punggungnya yang terbuka, memakai sepatu berhak tinggi. Baju terusan warna biru yang dikcnakannya tampak indah disiram lampu kuning yang membias ke seluruh ruangan. Gadis kedua berambut agak pendek, berwajah agak bulat dengan kulit tubuh kuning langsat. Mengenakan rok mini dipadu dengan kaos ketat dan jaket kecokelatan. Gadis ketiga membungkus raga moleknya dengan terusan semi-gaun warna hitam. Wajah cantiknya makin berbinar tersepuh make-up. Barisan giginya begitu putih bersih ketika tersenyum, sementara bibirnya tampak indah terpoles lipstickwarna merah.
BzcnviACIAAJBiO
Sementara itu, tiga laki-laki yang tengah duduk di sofa warna hitam dengan senyum lepas memandang mereka tanpa henti. Tatapan itu berubah menjadi tawa lepas ketika akhirnya suasana di dalam ruangan itu pecah jadi akrab. Tiga wanita itu berbaur dengan tiga laki-laki layaknya sebuah keluarga. Cauda tawa menyeruak, obrolan santai mengiring di setiap menit, desah manja tak jarang muncul di sela pembicaraan. Ruangan seluas 4×6 meter itu didominasi warna dinding serba terang. Kombinasi warna yang menempel di dinding layaknya sebuali lukisan di atas kanvas dengan cat merah, hitam dan oranye membentuk warna indah. Sofa panjang, kursi kaca dan dua buah TV 21 inci menjadi perabotan utama di ruangan tengah.
“Aku Cindy, 22 tahun, asal Bandung.” “Aku Lenny, baru 19 tahun, masih lajang Iho, asli Sukabumi. Baru enam bulan kerja di sini.” “Aku Vivi, 23 tahun, asal Malang. Aku pernah jadi foto model tapi sekarang pindah haluan.”
Cindy, Lenny dan Vivi adalah tiga wanita yang malam itu dengan begitu anggun dan cekatan melayani tiga laki-laki yang membokingnya. Cindy, Lenny dan Vivi, pastilah bukan nama asli karena sudah menjadi rahasia umum kalau hampir semua gadis yang bekerja di tempat-tempat hiburan dan rileksasi seperti karaoke, panti pijat, sauna, klub, salon, rumah cinta dan Iain-lain, mempunyai nama “alias”. Seperti Cindy yang mengaku berasal dari Bandung itu nama aslinya Maemuna, Lenny bernama asli Kustini sedangkan Vivi mengaku nama asli ketika masih di kampung adalah Juwariah.
Sudah jadi tren di kalangan para wanita pekerja malam kalau namapun mesti enak didengar di telinga, tidak ketinggalan jaman dan mudah diingat. Malah, biasanya nama-nama itu sudah disiapkan oleh pihak manajemen tempat hiburan yang bersangkutan. Jangan heran kalau namanama lady escort(LC), penari tangju dan singe di karaoke, massage girls di tempat pijat atau callgirls kelas tinggi selalu keren dan sangat “ngepop”. Cindy, Lenny dan Vivi hanyalah tiga dari sekian ratus nama gadis yang malang melintang di dunia malam.

You May Also Like