Fenomena Lady Companion (LC), Gadis Pemandu Karaoke

Fenomena Lady Companion (LC), Gadis Pemandu Karaoke

Fenomena Lady Companion (LC), Gadis Pemandu Karaoke. Fenomena prostitusi modus baru memang telah tumbuh di kota Surabaya. Seiring penutupan lokalisasi Dolly, kini mampu disinyalir bertumbuhnya tempat prostitusi baru di kota Pahlawan ini. Karaoke misalnya. Tak sedikit karaoke yang menyediakan LE (Lady Escort) atau LC (Lady Companion). Lady Companion ini biasanya bertugas menemani tamu entah di ruang karaoke, duduk di kursi bar ataupun duduk di dalam ruangan khusus Lady Companion yang dilengkapi sofa dan ditutupi kelambu.

Lady Companion ini sebenarnya bukanlah sexy dancers ataupun pamunikmat-pramuria, kalaupun ada yang nakal dan liar biasanya mereka disebut LC-LE yang bisa di ajak “Party” dan tidak semuanya seperti itu. Oleh karena itu, tidak jarang di kota Surabaya banyak sekali tempat karaoke yang sekaligus berdekatan dengan tempat penginapan. Tempat penginapan itu juga bervariasi, mulai dari long time hingga short time ada di sana. Ada dua tempat di Surabaya yang menjadi daya tarik tersendiri tentang tempat karaoke yang bergabung dengan penginapan. Tempat karaoke di Jln Dinoyo dan Walikota Mustadjab ini misalnya. Kedua tempat karaoke ini menawarkan tarif bermalam singkat alias short-time dengan harga Rp 200 ribu per enam jam sedangkan semalam dibanderol minimal Rp 350 ribu.

Tidak heran jika tempat karaoke tersebut menawarkan LE maupun LC. Wanita LC mayoritas adalah perempuan yang cantik-cantik, entah cantik karena make-up atau alami. Lepas dari itu semua yang jelas para Lady Companion ini tidak akan mengecewakan penampilan dan fisiknya.

Dandanan merekapun sangat gaul banget, dari tank top, gaun malam berbelahan V hingga sack dress. Wanita-wanita yang menjadi Lady Companion ini biasanya muda, cantik, smart, ramah dan pastinya enak untuk diajak mengobrol, lebih menjadi nilai plus lagi jika memiliki suara yang enak di dengar sehingga bisa menghibur dan menemani tamu menyanyi. Lady Companion biasanya hanya menjadi teman menyanyi, mengobrol dan minum untuk tamu yang datang ke tempat mereka.

“Saya dulu pernah menyewa LC itu. Kita cuma grepe-grepe (memegang-megang) saja, gak sampai berhubungan intim. Meskipun ada LC yang menawarkan saya untuk hal lebih di luar tempat karaoke” ujar salah satu pelanggan yang sering menyewa LC. Kehadiran LC ini juga menambah opini masyarakat yang negatif tentang pekerjaan ini. Tidak sedikit yang beranggapan seorang Lady Companion juga merupakan seorang PSK (Pekerja Seks Komersil).

Kehidupan Lady Companion ini seperti pada umumnya orang lain, ada yang menjadi mahasiswi, sudah menikah dan berkeluarga, single parent bahkan para Lady Companion ini sebagian besar bersedia untuk melakukan sesuatu yang lebih di dalam kamar dengan bayaran yang lebih tinggi. Menjadi sebuah ironi, dimana harus menjaga diri sekaligus bekerja di tempat yang rentan sekali dengan transaksi prostitusi. Seringkali kaum lelaki yang kebanyakan menjadi tamu mereka tidak semuanya menghargai hak mereka sebagai wanita atau manusia.

Namun seorang Lady Companion yang smart tahu bagaimana menolak secara halus sehingga tamu pelanggannya tidak kecewa apalagi untuk menghindari tangan-tangan jahil para tamunya yang genit. Ironisnya lagi, di luar kehidupan malam para Lady Companion banyak ditemukan “Lady Companion” yang bekerja sambilan juga sebagai PSK.

“Tarif dari LC sendiri sih lumayan juga, tergantung bagaimana kita menawarnya saja. Ada yang Rp 150.000 bahkan ada yang Rp 350.000” tambah pelanggan salah satu karaoke di pusat kota Surabaya. Rata-rata para Lady Companion ini memang tidak terikat oleh manajemen dari tempat karaoke tersebut. Mereka merupakan freelancer yang siap kapan saja jika ada panggilan.

Berbeda dengan salah satu karaoke di pusat kota, karaoke yang berada di jalan dinoyo ini menyajikan Lady Companion yang sekaligus sebagai PSK. Tarif yang disediakan untuk karaoke adalah Rp 50.000 per jam, tapi minimal tiga jam pemakaian dengan kapasitas 6 orang. Kalau memakai LC harganya juga Rp 50.000 per jam untuk satu orang LC, namun minimal empat jam, jadi Rp 200.000.

Tarif yang lumayan untuk siapa saja yang menginginkan jasa Lady Companion ini. “Setiap hari Sabtu-Minggu hotel dan karaoke di situ pasti ramai. Hampir tempat mereka untuk parkir di depan gedungnya,” ungkap Salim, salah satu pedagang kaki lima di sekitar tempat karaoke di situ. Pelanggan dari tempat karaoke di jalan Dinoyo ini sangat bervariatif. Mulai dari siswa SMA, Mahasiswa, karyawan selepas pulang kerja atau mereka yang habis dugen semalaman.

“wah, kalau di situ selalu ramai memang. Saya nggak mau tahu dengan apa yang mereka lakukan di dalam karaoke ataupun hotel itu. Yang jelas kalau seorang pria dan wanita masuk hotel mau ngapain lagi kalau bukan ‘gituan’. Saya disini yang penting dapat uang dan bisa menghidupi keluarga saya,” cetus salah satu tukang parkir di depan tempat karaoke dan hotel yang menyediakan Lady Companion tersebut.

Pekerjaan seorang Lady Companion memanglah sangat beresiko tinggi. Jika seorang wanita tidak dapat mengendalikan diri maka bisa saja dia terjerumus lebih dalam lagi. Kecerdasan memang dibutuhkan dalam setiap pekerjaan terutama dalam Lady Companion. Jika tidak ingin terjerumus lebih dalam maka perlindungan diri baik akal sehat dan iman sangat dibutuhkan.

Baca juga:

You May Also Like