Gadis Muda Ini Jual Diri Lewat Media Sosial

Gadis Muda Ini Jual Diri Lewat Media Sosial

Gadis Muda Ini Jual Diri Lewat Media Sosial. Seorang gadis mengaku telah menjual diri lewat media sosial, setelah tertangkap razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klaten.

Adalah MU (16) cewek belia, asal Blora yang kemudian hijrah ke Klaten, telah empat bulan menjajakan diri tanpa bantuan “mami”.

Sosok gadis berambut sebahu dan berperawakan kerempeng itu, tidak terlihat canggung meskipun baru sekali tertangkap operasi Satpol PP Klaten.

Langkah kaki kecilnya, ringan saja menaiki mobil bak terbuka milik petugas.

Ia tergulung razia, di sebuah hotel di kawasan Jl Merbabu no 18, Kecamatan Klaten Tengah, bersama seorang pria paruh baya.

Sesampainya di Markas Satpol PP, tangan kecilnya tak berhenti mengulik telepon genggamnya.

Ketika ditanya awak media, gadis yang menyandang tato di dadanya ini mengakui menjaring pelanggannya melalui facebook selama empat bulan.

Meskipun demikian, selama 14 bulan, ia pernah melakoni hal serupa dengan bantuan mami alias mucikari.

“Saya sudah berada di Klaten selama setahun setengah. Sebelumnya saya ikut mami. Namun karena saya rasa tidak menguntungkan, maka saya putuskan untuk ‘berdiri sendiri’ dengan membuat sebuah akun facebook,” ujarnya.

Sebelum menjajakan diri secara mandiri, MU mengaku sering melayani tamu di rumah indekos.

Kini, setelah empat bulan lamanya membuka “lapak”, ia hanya melayani lelaki hidung belang yang memesannya melalui percakapan facebook terlebih dahulu.

Ia mengatakan, keinginan pelanggannya bervariasi dari mulai hanya sekedar jalan-jalan, makan, sampai meminta ngamar.

“Ya ngobrol lewat fb dulu, nanti kalau sudah, janjian ketemu dimana dan transaksi terjadi di sana,” tuturnya.

Kini ia mengaku tinggal disebuah hotel dimana ia digrebeg, oleh Satpol PP.

Per hari, ia harus menyetor sebanyak Rp 70 ribu, kepada pemilik penginapan. Untuk melunasinya, dirinya mengaku menjajakan diri, dengan tarif Rp 200 ribu.

(tribunnews.com)

 

BACA JUGA:

You May Also Like