Hiburan Tarian Erotis di Dunia Malam Anyer

Hiburan Tarian Erotis di Dunia Malam Anyer

Hiburan Tarian Erotis di Dunia Malam Anyer. Tarian erotis ternyata banyak disediakan di sejumlah tempat hiburan dunia malam di Kecamatan Anyer dan Cinangka. Robi Yusuf, warga Anyer yang juga Ketua LSM Mawar Putih mengatakan bahwa pertunjukan tari erotis sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat Anyer. “Hanya memang momennya dirahasiakan. Biasanya itu dua hari sebelum hari H baru ada pengumuman. Biasanya yang mengadakan komunitas. Tidak ada informasi secara publik. Privat saja lewat BBM (blackberry massanger) dan SMS (pesan pendek),” kata Robi.

Robi mengatakan bahwa belum lama ini juga salah satu tempat hiburan dunia malam di Anyer mengadakan acara yang dihibur oleh para penari erotis. “Hampir setiap hiburan malam di Anyer ada kegiatan itu. Bentuknya pakai pakaian dalam dengan bra. Udah rahasia umum di masyarakat Anyer. Hanya penindakan aparat berwajib tidak ada. Jadi kita tidak bisa apa-apa,” kata Robi.

Robi mengatakan bahwa masyarakat dulu pernah bergerak memprotes kegiatan tersebut di salah satu tempat hiburan dunia malam. Hanya kemudian gerakan masyarakat terbentur dengan beking tempat hiburan malam tersebut. Robi mengatakan, yang membuat masyarakat semakin keberatan, perempuan-perempuan penghibur tersebut banyak mengontrak dan bertempat tinggal di Anyer. “Di samping Desa Bandulu ada kontrakan untuk ladies yang short time dan long time. Itu deket dengan rumah saya. Saya sudah protes ke Ketua RT-nya,” kata Robi.

Camat Anyer Ishak mengatakan bahwa sampai saat ini belum pernah ada laporan dari masyarakat mengenai tarian erotis di kawasan Anyer. “Mungkin ada di diskotik atau di tempat karaoke. Kalau di masyarakat saya yakin masyarakat akan teriak duluan. Kemungkinan tertutup atau komunitas mereka. Kalau saya tahu akan kita buat teguran. Tapi saya sementara ini belum pernah mendengar,” kata Ishak.

Ishak mengatakan bahwa pihaknya rutin melakukan razia ke pantai terbuka dan tempat hiburan dunia malam selama tiga bulan sekali. “Termasuk PSK-PSK (pekerja seks komersial) kita adakan penertiban,” kata Ishak. Ishak meminta masyarakat yang menemukan hal tersebut segera melaporkan kepada pemerintah kecamatan. “Supaya kita bisa bertindak langsung. Puskesmas juga biasanya ada program ke wanita-wanita PSK. Ada pemeriksaan AIDS. Biasanya diskotik di kasih surat. Hari sekian ada pemeriksaan HIV. Tapi yang datang kurang banyak. Yang banyak datang biasanya bencong-bencong,” kata Ishak. (bantenraya)

You May Also Like