Karnaval I: “AFTERNOON SEX” CHINA GIRLS (2)

Karnaval I: “AFTERNOON SEX” CHINA GIRLS (2)
Karnaval I: “AFTERNOON SEX” CHINA GIRLS (2) – Yang satu ini, menjadi daya tarik tersendiri yang luar biasa. Tak perlu repot mengidentifikasi mereka. Karena setiap saat, para tamu bisa dengan leluasa mengamati gerak-gerak mereka dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kalau masih belum yakin juga, tinggal bertanya detail pada “mami”-nya.
“Lo mau yang Cina atau yang berdada besar. Kan gue tahu banget, yang 36 B itu selera lo abis. Ha…ha…ha…,” ledek Ronny dengan terbahak. “Kalo gue, lo tau selera gue,” sambung pria yang sebenarnya sudah beristri tapi mengaku lagi pisah ranjang.
“Ya. Lo maunya pasti cewek Cina.”
“He, he, he…tau aja lo.”
GADIS CINA & ABG.
Para “gadis kencan” yang tersedia di TSC memang amat beragam. Tapi yang paling menjadi incaran sejumlah tamu yang datang, ya itu tadi, apalagi kalau bukan gadis Cina dan ABG-nya. 
Hot-Sexy-Lingerie-renda-bunga-sensasi-malaikat-putih-pakaian-seksi-pakaian-tidur-seksi-Super-jaminan-kualitas
Suasana makin ramai. Sudah hampir setengah jam, panggung terisi dengan aksi para penyanyi. Mami membawa dua orang yang menjadi pilihan kami. Seperti biasa, daripada susah memicingkanmata, melirik kiri kanan, mencari-cari gadis kencan yang paling oke, mendingan langsung order saja pada mami. Gadis pertama mengenalkan diri sebagai Alin. Sementara gadis kedua bernama Yenny.
Alin berusia sekitar 20 tahun dengan tinggi 162 cm, berbadan agak langsing, rambut hitam lurus di bawah pundak dan bermata sipit Yenny, terus terang, berbadan agak sedikit berisi, dengan tinggi badan tak lebih 160 cm, bermata bulat dengan rambut sedikit ikal yang dicat kecokelatan. Mudah ditebak, Alin seperti yang diinginkan Ronnyadalah gadis Cina keturunan. Berbeda dengan Yenny yang katanya mengaku asli dari Jakarta.
Alin mengaku bekerja di TSC sudah 9 bulan di bawah naungan Mami San. Yenny sendiri statusnya adalah gadis “freelancer” yang kerjanya tidak terikat dengan jam kerja. Memang, selain terdapat puluhan gadis kencan yang statusnya pekerja tetap, di TSC juga banyak dilaroni gadis”freelancer”. Jumlahnya hanya beberapa orangdan jalur masuknya tetap di bawah kontrol paramami. Di TSC sendiri, ada tiga mami tetap yang membawahi tak kurang dari 25 orang gadis.

    Halaman Selanjutnya
  • 1
  • 2
  • 3

You May Also Like