Menelusuri Bisnis Panti Pijat Plus di Cibinong

Menelusuri Bisnis Panti Pijat Plus di Cibinong

Menelusuri Bisnis Panti Pijat Plus di Cibinong – Bisnis prostitusi berkedok panti pijat alias panti pijat plus di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor bisa dikatakan berani. Sebab, dari penelusuran, sejumlah panti pijat plus berada di dekat pemukiman warga dan lembaga pendidikan.

Seperti di jalan raya Cikaret, Keluarahan Harapan Jaya, Kecamatan Cibinong. Beberapa panti pijat plus yang menawarkan jasa plus-plus lokasinya hanya beberapa ratus meter dari sekolah Islam terpadu.

Termasuk panti pijat yang disambangi, Kamis (05/11/2015). “Ya tidak ada yang komplain sih, mereka mungkin enggak tahu atau masa bodo,” kata Dian, terapis di salah satu panti pijat plus di jalan Cikaret, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Cibinong.

Panti pijat plus yang memakai nama seorang perempuan ini memang terlihat mencolok. Panti pijat plus ini pun mulai melayani tamunya sejak pukul 10:00 hingga 00:00.

Namun, Dian mengaku jika layanan plus-plus tidak setiap hari diberikan kepada pelanggannya. “ Banyak sih yang nanya-nanya dan nego harga, tapi enggak mau,” katanya. Tamu yang meminta jasa plus-plus pun beragam, mulai dari pelajar hingga karyawan. Biasanya, tamu yang meminta jasa plus-plus datang pada malam hari. “Biasanya malam hari. Kalau siang sepi,” ucap Dian terapis panti pijat plus yang mengenakan t-shirt berwarna hijau tanpa lengan dengan celana pendek ketat berwarna krem dengan motif bunga-bunga.

Masih penasaran, beralih ke panti pijat plus lainnya dan berpura-pura hendak pijat. Jaraknya tidak jauh dari panti pijat pertama yang disambangi. Jaraknya sekitar 20 meter masih di lokasi yang sama. Panti pijat yang juga memakai nama seorang perempuan ini menempati kontrakan berukuran sekitar 36X58 meter.

Seperti panti pijat lainnya, panti pijat plus ini ditutupi kaca berwarna gelap di depannya. Hanya terlihat papan nama yang bertuliskan ‘Pijat Refleksi Pria dan Wanita’. Saat masuk ke dalam, seorang perempuan paruh baya dengan ramah mempersilahkan untuk masuk ke dalam dan langsung memilih tempat tidur yang hanya diberi sekat tirai berwarna coklat.

“Silahkan mas. Bentar saya panggil terapisnya dulu,” kata perempuan yang mengaku bernama Susi. Sebelum memiliki tempat tidur, mencoba mencari tahu layanan yang ada di panti pijat ini. Sama seperti panti pijat plus sebelumnya, Susi tidak menyebutkan layanan plus-plus. “Tanya langsung saja sama terapisnya,” lanjutnya.

Selang 30 detik, datang salah seorang perempuan, yang diperkirakan berumur 24 tahun. “Di sini saja mas,” ucapnya.

Tanpa sungkan, perempuan yang biasa disapa Ani ini langsung memberikan informasi seputar layanan panti pijat plus. “Kalau pijit sama ‘main’ Rp600 mas. Kalau langsung main Rp350 ribu,” papar Ani. Tarif pijat sendiri di dua panti pijat tersebut sama, yakni Rp150 ribu per jamnya. “Mainnya pake pengaman (alat kontrasepsi) mas,” ucap Ani.

Karena hanya ingin mencari informasi, tim memutuskan untuk keluar dari panti pijat plus tersebut dengan alasan harga yang tidak cocok.

You May Also Like