Menelusuri Jejak Caddy Golf Simpanan Pejabat (1)

Menelusuri Jejak Caddy Golf Simpanan Pejabat (1)

Menelusuri Jejak Caddy Golf Simpanan Pejabat (1) – Seorang Caddy Golf (wanita pendamping pemain golf di padang golf), memiliki tugas yang lumayan berat. Tak hanya membawakan tas berisi peralatan golf pemain yang ditemaninya, namun juga harus menguasai peraturan dan strategi bermain golf serta mengerti seluk beluk padang golf.

Karena tugasnya sangat dekat dengan pemain golf yang umumnya didominasi pria tajir seperti pengusaha dan pejabat, munculah istilah Caddy Golf plus. Tugasnya, tentu saja di luar urusan main golf.

Dari situ pula mencuat kabar tentang maraknya Caddy golf yang akhirnya menjadi gadis simpanan pemain golf. Benarkah? Inilah penelusuran,

Untuk menjadi seorang Caddy Golf ternyata tidak mudah. Umumnya mereka harus masuk ke yayasan penyedia jasa pramugolf. Penyedia jasa itulah yang akhirnya mengirim para Caddy ke klub-klub golf.

“Kalau saya dulu masuk di yayasan jasa pramugolf di daerah Bogor Jawa Barat,” ujar Christina (nama samaran), mantan Caddy yang pernah dirumahkan seorang pejabat kementerian di jaman Presiden SBY, saat berbincang dengan kami baru-baru ini.

Satu bulan lamanya Christina mendapatkan training di yayasan tersebut. “Saya diajari bagaimana cara berbicara yang baik, bersikap hingga penguasaan peraturan permainan golf, seluk beluk padang golf dan strategi bermain golf yang baik,” lanjutnya.

Menurut mahasiswi semester akhir sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta ini, seorang Caddy juga dituntut memiliki ide kreatif sekaligus bisa memberi saran tentang teknik permainan yang baik dan benar. “salah sedikit saja bisa fatal, semisal salah menulis skor,” bebernya.

Tugas berat sebagai Caddy, ternyata tak sebanding dengan gaji yang dia terima tiap bulannya. Ya. Ternyata gaji Caddy wanita ini, rata-rata hanya berkisar antara Rp1,2-2 juta per bulan.

Salah satu upaya yang dijalani adalah mengejar tip (uang tambahan) dari pegolf yang ditemaninya. “Tapi tip itu kan belum pasti. Kalau ketemu yang pelit, paling dikasih Rp 50 ribu. Kalau yang enak, kadang dikasih Rp 500 ribu. Itu pun ada syaratnya,” keluh Christina. [prs]

You May Also Like