Menelusuri Jejak Pelacuran ABG (1)

Menelusuri Jejak Pelacuran ABG (1)
Menelusuri Jejak Pelacuran ABG (1) – GINCUNYA tidak terlalu tebal. Ia sepertinya baru belajar memakai pemerah bibir. Ia berusaha tersenyum sambil memainkan telunjuk kanannya yang ditempel di pipinya, ketika lampu mobil menyorot ke arahnya. Gadis ‘bau kencur’ itu mundur beberapa langkah begitu mobil berhenti di dekatnya.
13259069_271709786515024_252213618_n
Dan posisinya diganti seorang pria.
Siapa pria itu. Jangan terlalu cemas, itu adalah ‘negosiator’. Di kawasan yang terkenal dengan sebutan ‘segi tiga emas’ Surabaya, yaitu Jl Pemuda, Jl Tais Nasution, dan Jl Simpang Dukuh setiap malam pemandangan seperti itu merupakan hal biasa. Di kawasan itu, setiap hari mulai pukul 18.00 para ABG (anak baru gede) mulai pasang aksi.
Untuk bisa ‘menggaet’ ABG di Surabaya memang gampang-gampang susah. Untuk yang memakai mobil pribadi, tidak sulit. Dengan, sekali tekan klakson, mereka akan mendekat dan menawarkan diri. Masalah tarif bisa dibicarakan sambil berjalan, kalau tidak cocok, bisa dikembalikan ke tempat di mana mereka mangkal. Atau melakukan tawar-menawar melalui ‘negosiator’ alias germo.
Tapi, bagi mereka yang tidak memiliki mobil pribadi, dengan taksi saja sudah bisa asalkan jangan berdua. Harus sendiri. Apalagi, memakai sepeda motor, mereka akan menolak secara tegas. Itu yang dialami Media ketika mendekati mereka sambil mengendarai sepeda motor.

    Halaman Selanjutnya
  • 1
  • 2

You May Also Like