Menelusuri Jejak Pelacuran ABG (2)

Menelusuri Jejak Pelacuran ABG (2)
Menelusuri Jejak Pelacuran ABG (2) – Jika tidak berkenan, mereka juga tidak kecewa.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Jl Embong Sawo, tidak jauh dari Jl Pemuda, hanya sekitar 50 meter. Di tempat ini, tampak dua ABG duduk di atas sepeda motor, sambil menghisap rokok. Keduanya, tidak langsung mendatangi mobil. Tapi, germo yang menghampiri begitu jendela mobil terbuka. Kalimat pertama yang keluar adalah, “Malam. Cari cewek,” katanya. “Maaf, tinggal dua ABG, lainya sudah di-booking orang. Tapi, saya jamin tidak rewel. Siap, main dalam bentuk apa pun juga,” ujarnya setengah memaksa.
13166744_1125433080849236_23931038_n
Di kawasan Jl Embong Sawu ini tarifnya memang agak sedikit mahal dibandingkan dengan ABG di Jl Tais Nasution. Yang membedakan karena di kawasan itu ABG-nya benar-benar masih ‘bau kencur’. Untuk tiga jam, mereka pasang tarif Rp 200 ribu. Memang, bisa ditawar tapi tetap saja tidak boleh di bawah Rp 150 ribu.
“Jangan disamakan dengan yang lain. Cewek di sini memiliki ketangguhan dalam hal servis,” ujar sang germo. Tanpa menyebut, jenis ketangguhan yang dimaksud.
Di Jl Simpang Dukuh memang lebih ramai dibandingkan tempat mangkal lainnya karena terdapat diskotek. Selain itu, tidak ada penerangan jalan yang menyebabkan anak-anak baru gede itu tidak malu-malu menawarkan diri kepada ‘konsumen’ yang kebetulan lewat di tempat tersebut. Di kawasan ini, mereka agak jual mahal. Tidak sembarangan mau diajak.

You May Also Like