Menelusuri Jejak Pelacuran ABG (4)

Menelusuri Jejak Pelacuran ABG (4)
Menelusuri Jejak Pelacuran ABG (4) – Dan yang paling penting, “Saya bisa senang-senang,” katanya. Hana mengaku kenal dengan banyak wartawan. Bahkan yang menjadi germonya di Jl Tais Nasution itu adalah seorang wartawan. Ia tidak bersedia menyebutkan nama media tempat germonya bekerja.
Hana tidak bersedia diajak pergi terlalu jauh dari pangkalannya, “Saya lebih senang diajak ke Pinang Inn,” ujarnya. Ia menyebut nama sebuah hotel tempat biasa mengajak teman kencannya chek in. Ia tidak mau terlalu jauh, karena sudah harus di rumahnya kembali paling telat pulul 23.00.
hot-sexy-body-girls-wallpapers
Di Surabaya cukup banyak hotel yang sudah dikenal oleh ABG, antara lain Hotel Pinang Inn (Jl Dinoyo), Hotel Puspa Asri (Jl Kenjeran), Hotel Malibu (Jl Ngagel), Hotel Pondok Hijau (di kawasan Bukit Darmo Golf Surabaya).
Para sopir taksi juga sudah hafal betul nama-nama hotel tersebut. Sekali sebut saja, pasti tidak akan salah alamat. Biasanya, tarif hotel untuk enam jam pertama yakni Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu, dengan fasilitas sebuah televisi, kulkas, dan air hangat.
ABG jalanan ternyata bersaing dengan ABG yang sudah tersedia di hotel-hotel. Seperti di Pinang Inn, misalnya, begitu mobil masuk ke lapangan parkir, seorang petugas langsung berkata, “Lain kali kalau ke sini, tidak perlu bawa pasangan, di sini banyak.” Ia menawarkan beberapa SPG (sales promotion girl) yang biasa bekerja di pertokoan elite.
Ia juga bercerita soal tanda-tanda kamar hotel sedang kosong atau penuh. Jika, tampak tertutup, berarti kamar sedang terpakai, jika terbuka berarti kosong.
Lalu siapa saja yang pernah masuk kamar hotel bersama Hana? Ia menyebut sejumlah nama. Tapi yang paling berkesan adalah ketika berkencan dengan anak pejabat Pertamina dari Jakarta. ”Enak. Dia royal dan ganteng,” kata Hana.
Hana mengaku terjun ke dunia ‘hitam’, karena dikhianati pacar. Sejak SLTP dia memang sudah mengenal hubungan seks, yang dilakukan pertama kali bersama pacarnya. Tapi sang pacar berkhianat, “Sejak itu saya menjadi petualang cinta. Dari pelukan lelaki satu ke lelaki lain. Saya tidak tahu, sampai kapan saya bisa selesai,” ujarnya.
Menurut Hana, teman-temannya sesama ABG tidak pernah takut dengan ganasnya virus AIDS. Mereka tidak teralu suka jika teman kencannya menggunakan kondom.

You May Also Like