Menelusuri Jejak Pelacuran ABG (5)

Menelusuri Jejak Pelacuran ABG (5)
Menelusuri Jejak Pelacuran ABG (5) – Hal itu dibenarkan oleh Rika, ABG yang mengaku masih sekolah di kawasan, Jl Arjuno, Surabaya. Rika selalu menelan antibiotik jika, akan berkencan seorang pria, siapa pun dia. Selain itu, dirinya juga selalu rajin suntik untuk menghindari kehamilan.
CYMERA_20160903_150100
“Saya juga punya dokter pribadi, yang setiap saat memeriksa kesehatan saya. Jadi, jangan khawatir kalau saya terkena penyakit,” kata Rika yang mengaku terjun menjadi pelacur karena diperkosa kakak iparnya.
Rika selalu membatasi jumlah teman kencannya. Setiap, malam dia mengaku hanya melayani satu orang, “Kalau lebih dari satu orang, capeknya setengah mati,” kata Rika.
Tentu saja, karena setiap kali kencan dia ‘habis-habisan’, “Tenaga saya hampir tidak tersisa. Ya, dia puas, saya puas. Selain itu dapat uang. Untungnya dua kali, puas dan dapat uang,” ujar Rika.
Rika mengaku, di antara para ABG di Surabaya, kalau bicara soal gaya seks, dialah jagonya. Hampir semua gaya dia kuasai. Itu didapat dari film biru dan bacaan-bacaan tentang seks.
“Jualan itu yang penting bukan isinya, tapi kemasan dan modelnya. Saya siap dengan model apa pun. Bahkan sering kali saya mengajarkan tamu tentang gaya-gaya yang belum dikenal. Biasanya dia puas dan akan mencari saya lagi,” ujarnya.
Kendati sudah habis-habisan, banyak juga pria hidung belang yang permintaannya aneh-aneh. “Ya ini ya itu, pokoknya kita ini harus siap, diapakan saja. Asalkan, satu, jangan sampai lewat ini,” kata Rika sambil menunjuk pantatnya.

    Halaman Selanjutnya
  • 1
  • 2

You May Also Like