Mengintip Kehidupan “Ayam Kampus” di Sela-Sela Malam Ibu Kota

Mengintip Kehidupan “Ayam Kampus” di Sela-Sela Malam Ibu Kota

Mengintip Kehidupan “Ayam Kampus” di Sela-Sela Malam Ibu Kota – Tak ada yang berbeda dari pakaian seorang mahasiswi di bilangan Jakarta Pusat ini. Dengan kemeja putih serta celana jeans, mahasiswi berparas cantik ini betah nongkrong di salah satu cafe di bilangan Jakarta Selatan.

Sesekali jemarinya memainkan telefon genggamnya, entah untuk mengalihkan pandangan atau memang mengunggu seseorang. Tak lama kemudian kopi hangatpun disuguhkan sang pelayan cafe.

Seorang pria dengan berpakaian rapih pun menghampirinya. Sesaat kemudian, dia asyik berbincang dengan lelaki paruh baya tersebut. Selang 30 menit kemudian, dia pun beranjak pergi dengan lelaki tersebut.

Itulah bagian dari keseharian Nota (21) bukan nama sebenarnya, selain berkutat di kampus. “Saat ini, saya sudah semester akhir,” kata Nota mengawali pembicaraan .

Tubuhnya yang molek dijadikan modal mahasiswi ini, untuk bergelut di kehidupan malam. Dia mengaku tak ragu terjun untuk menekuni pekerjaannya sebagai “ayam kampus”, lantaran himpitan ekonomi. “Ya kerja kayak begini gampang dapet uangnya, bisa bantu keluarga di rumah juga. Biasanya enggak langsung ke hotel, tapi jalan-jalan dulu,” akunya.

Untuk mengajak kencan Nota, para pelanggan harus merogoh kantong cukup dalam, pasalnya Nota terbilang salah satu “ayam kampus” level atas. Dalam semalam, Nota mampu mengantongi uang minimal RP1,5 juta. Bahkan jika beruntung Nota mendapatkan barang yang dia suka dengan cuma-cuma. “Kalau boking sih Rp2,5 juta itu kira-kira 3 jam,” singkatnya.

Nota mengaku menutup rapat informasi bahwa dirinya adalah seorang “ayam kampus”, sebab jika identitasnya terbongkar pihak Universitas pasti akan mengeluarkannya. “Saya enggak mau begini terus, nanti kalau sudah lulus kuliah saya pasti berhenti,” ungkapnya sambil melemparkan senyum.

You May Also Like