Menyusuri Esek-Esek di Kota Mataram, “Ayam Kampung Bertarif” Ekonomi

Menyusuri Esek-Esek di Kota Mataram, “Ayam Kampung Bertarif” Ekonomi

Menyusuri Esek-Esek di Kota Mataram, “Ayam Kampung Bertarif” Ekonomi – Lain Jakarta, lain Mataram…Pola dan tingkah laku pejabat yang melakukan perjalanan di dinas di Kota Matarampun dimanfaatkan untuk bermain esek-esek dengan penjaja seks setempat.

Yang sedikit berduit, mereka akan berkongkow ria di daerah senggigi, disepanjang pantai senggigi terdapat beberapa kafe yang juga menyediakan penjaja seks secara terselubung. Dikota Matarampun terdapat penjaja seks komersial dengan tariff antara Rp.30ribu – Rp.500ribu.

Dosa kah yang dia kerjakan
Suci kah mereka yang datang……
Kadang dia tersenyum dalam tangis
Kadang dia menangis di dalam senyuman……

Senandung lagu ciptaan Titiek Puspa yang dinyanyikan Grace Simon tentang kehidupan Pekerja Seks Komersial (PSK) sungguh memerlukan pengkajian yang mendalam. Mengapa mereka rela melacurkan harga dirinya? Apakah benar hanya untuk mempertahankan hidup atau kurangnya iman dan enggan hidup dalam serba kekurangan?

Sulit untuk membedakan mana kelompok yang terpaksa melacurkan diri atau benar-benar sudah menjadi pilihan hidupnya karena enggan bekerja keras. Namun tidak sulit untuk mencari para PSK yang gentayangan di berbagai sudut kota Mataram dalam remang-remang lampu jalanan atau warung kopi, bahkan di “samping” tempat ibadah pun masih saja mereka beroperasi sebagai penjaja syahwat.

    Halaman Selanjutnya
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

You May Also Like