Mucikari Pasang Tarif Rp500 Ribu Untuk ABG Miliknya

Mucikari Pasang Tarif Rp500 Ribu Untuk ABG Miliknya

Mucikari Pasang Tarif Rp500 Ribu Untuk ABG Miliknya. Prostitusi yang melibatkan pekerja seks komersial (PSK) remaja (ABG) di Bogor berhasil dibongkar oleh Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Bogor.

Sebanyak 22 PSK dan 6 perempuan di bawah umur yang menjadi korban prostitusi via Black Berry Messenger (BBM) diamankan petugas Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Bogor.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Bogor, Ajun Komisaris Auliya R. Djabar mengatakan, pihaknya juga menangkap 11 germo yang bertugas mencari konsumen pria hidung belang.

Para mata lelaki itu sebagian besar merupakan orang yang sudah dikenal sang mucikari dan sudah menjadi pelanggan.

“Dia (mucikari) sudah menentukan harga dan bila sudah sepakat, mereka janjian di salah satu tempat karoke, setelah itu baru masuk ke hotel,” kata Auliya, Senin (15/6/2015).

Pelaku akan diproses hukum dan dijerat Pasal 88 juncto 76 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2012 Tentang Perdagangan Manusia dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Sementara untuk ABG yang terlibat dalam prostitusi via BBM ini ditampung di Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan,” kata dia.

Dikatakan, sebagian besar gadis tersebut berasal dari Bogor dan Depok yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA di Bogor. Mereka dijanjikan akan mendapat pendapatan yang besar.

BACA JUGA: Gadis Muda Ini Jual Diri Lewat Media Sosial

“Mereka mengaku terpaksa menuruti kemauan mucikarinya karena kebutuhan ekonomi, mereka dijanjikan pendapatan yang besar,” kata dia.

Keenam perempuan yang masih di bawah umur tersebut adalah NO, 15 tahun, berstatus pelajar SMP kelas 3; RA, 15 tahun, pelajar SMP; PS, 15 tahun, SMP kelas 3; RA, 21 tahun, bekerja sebagai SPG; JS, 19 tahun; dan RH, 22 tahun.

“SY menawarkan enam orang itu kepada konsumen dengan tarif yang dewasa Rp 700.000, anak-anak Rp 500.000, di mana tiga orang di antaranya masih duduk di bangku SMP dan berusia 15 tahun,” katanya.

TS mengaku jika dirinya hanya membantu perempuan-peremuan tersebut untuk menemani tamu untuk bernyanyi di tempat karoke.

“Saya banyak teman yang minta ditemani saat bernyanyi di karaoke, kebetulan mereka bisa dan mau menemani karoke.”

Akan tetapi setelah menemami bernyanyi di tempat karaoke, dirinya tidak memaksa perempuan-perempuan itu untuk melayani tidur tamu,

“Kalau menemani tidur tamu setelah karoke, itu urusan mereka masing-masing,” dia berkilah.

(bisnis.com)

BACA JUGA:

 

 

You May Also Like