Nudies Party Bawah Tanah (2)

Nudies Party Bawah Tanah (2)
Nudies Party Bawah Tanah (2) – Alex yang saya kenal tipikal orang yang cukup akrab dan enak diajak bicara. Ia banyak bercerita seputar pengalamannya soal tempat-tempat hiburan seks yang ada di Jakarta, terutama yang berstandar kelas atas.
Ternyata, Alex pun pernah terlibat sekali dalam pesta telanjang bawah tanah itu. “Kalau mencari sendiri, susah ketemunya. Itu hanya untuk members. Kalau nggak begitu, mesti ada yang menjamin dari pihak anggota,” ujarnya.
Dari pertemuan itu, saya mulai mendapatkan titik terang. Menurutnya, Alex bukanlah anggota. Ia diajak seorang temannya yang menjadi salah satu pemilik diskotek kelas atas di wilayah Jakarta Utara. “Saya pernah ke sana. Diajak seorang teman yang menjadi salah satu ownerdiskotek kelas atas di Jakarta,” tukasnya. Ketika saya mengutarakan keingintahuan saya ihwal pesta telanjang itu, Alex dengan senang hati akan membantu. Kebetulan, menurut kabar temannya, pesta itu dalam minggu-minggu ini memang akan digelar.Saya pun membuat janji untuk jalan bareng. Underground Party. Jum’at, pukul 18.00 WIB. Langit senja Jakarta beranjak malam. Saya janji bertemu dengan Alex di sebuah restoran Jepang di kawasan Kebayoran Baru. Saya datang pukul 18.15 WIB.
unduhan
Seperempat jam kemudian datang bersama seorang pria berbadan sedikit gemuk dengan dandanan rapi dan klimis. “Kenalkan ini kawan saya, Hendra. Nih dia yang pernah mengajak saya ke klub telanjang sebulan lalu,” ujar Alex. Saya pun berjabat tangan yang usianya saya taksir tak lebih dari 33 tahun itu untuk kemudian memesan makanan. Sushi, teppanyaki dan segala masakan khas Jepang kami santap sambil terus ngobrol seputar klub telanjang. “Acara itu hanya untuk members dan undangan khusus. Biasanya, diadakan sebulan atau tiga bulan sekali, ya tergantung ‘peminat’nya. Maklum, semua serba sembunyi-sembunyi dan hanya antar members yang rata-rata memang kenal satu sama lain,” kata Hendra, menjelaskan.  Satu jam kemudian, Saya dibawa ke arah Jakarta Pluit. Mengendarai Mercedez E 320 warna hitam metalik milik Alex, Saya melaju cepat melintas Sudirman dan masuk jalan tol. Sepanjang perjalanan mereka tak hentihentinya terus bercerita soal klub telanjang. “Jakarta memang sudah gila.
Dulu saya juga nggak percaya kalau itu ada,” sergah Alex. “Saya pikir, acara pesta telanjang itu hanya ada di Amerika atau Belanda saja. Siapa sangka kalau di Jakarta pun ada,” sambungnya sambil geleng­geleng kepala. Menurut Alex, kalau tidak lantaran Hendra yang mengajaknya, ia tak akan pernah pergi ke tempat itu. “Daripada you buang-buang duit pergi ke luar negeri, mendingan di Jakarta kan. Toh, tak ada beda jauh dengan pesta di klub telanjang yang ada di luar,” timpal Hendra.Saya tak berkomentar banyak, selain tak tahu mesti ngomong apa, saya juga tersentak dengan istilah yang dahsyat itu.

You May Also Like