Pantangan Malam Jumat Cabe-cabean Pesanggrahan(1)

Pantangan Malam Jumat Cabe-cabean Pesanggrahan(1)

Pantangan Malam Jumat Cabe-cabean Pesanggrahan(1) – Cabe-cabean (istilah ABG usia 14-19 tahun yang dari segi fashion lumayan stylist tapi ngga sinkron alias serba nabrak) bukan hal yang asing lagi di telinga masyarakat Jakarta.

Siapa sangka, kehadiran gadis-gadis belia itu sekarang sudah menjadi lahan bisnis yang menggiurkan. Kendati masih beredar liar, namun tak jarang dari mereka yang sudah di koordinir secara rapi oleh seorang mami (sebutan halus seorang mucikari).

Di wilayah Jakarta Barat misalnya, di akhir pekan biasanya cabe-cabean mangkal di sekitar CNI Puri Kembangan (belakang Kantor Walikota Jakarta Barat), Taman Pelangi Tomang, dan Taman Aries Meruya Jakarta Barat.

Namun di hari biasa, para pemuas syahwat dengan tarif miring ini sebagian besar diantaranya telah dirumahkan di sebuah apartemen sederhana di Jalan Ciledug Raya, Pesanggrahan Jakarta Selatan.

Uniknya lagi, khusus di malam Jumat, mereka memilih libur. karena dipercaya akan membawa sial bagi mereka jika lagi beraksi.

“Malam Jumat itu malam keramat. Kalau ‘keluar’ banyak sialnya. Jadi anak-anak kalau malam Jumat pilih istirahat saja,” ujar Mami Ismi (bukan nama sebenarnya) saat berbincang di lantai 6 Apartemen G Pesanggrahan, Kamis malam.

Sudah Jadi Lahan Bisnis Ngga Ada Istilah Gratis

Mami Ismi mengaku sudah hampir dua tahun mengkoordinir para cabe-cabean. Untuk mendapatkan anak asuhnya, dia dibantu seorang Joki (perantara) yang kerap nongkrong di arena balap liar di ketiga wilayah di atas.

“Satu orang cabe-cabean yang bisa diajak gabung disini, kita kasih untuk jokinya Rp 250 ribu. Jadi ngga ada yang gratis, semuanya serba bisnis,” beber Ismi.

Setelah bergabung di bawah anak asuh sang mami, para cabe-cabean tersebut terikat dengan aturan tertentu. “Mereka boleh nongkrong di taman, tapi kalau ada tamu (pelanggan), kita telpon harus pulang,” lanjutnya.

Satu hal lagi, cabe-cabean yang sudah menjadi anak asuh mami Ismi tidak bisa sembarangan menggaet mangsa.

“Itu untuk keamanan kita semua. Jadi ada aturan-aturan, termasuk ketika ada pria yang ingin mengajakanya jalan,” tutup wanita usia 34 tahun yang masih terlihat cantik ini. [syah/sim/jkt/adm]

You May Also Like