Panti Pijat Plus Esek-Esek Rp500 Ribu

Panti Pijat Plus Esek-Esek Rp500 Ribu

Panti Pijat Plus Esek-Esek Rp500 Ribu. Lemahnya pengawasan, mengakibatkan bisnis seks berkedok panti pijat alias panti pijat plus di Kecamatan Babakanmadang berkembang pesat. Tarif yang ditawarkan oleh panti pijat plus pun bervariasi mulai dari Rp200 ribu.

Salah satunya, panti pijat plus yang tak jauh dari jalan utama Sentul City. Penelusuran Radar Bogor, kemarin sekitar pukul 13:30 di panti pijat tersebut nampak wanita berpakaian celana pendek ketat dan kaos warna putih duduk di dalam ruangan. Rupanya, ia menunggu pelanggan yang datang. Tanpa canggung, ia menawarkan jasanya. “Rp200 ribu untuk pijat biasa,” ucapnya DF. Setelah sekitar 45 menit memijat, ia kemudian menawarkan jasa lainnya.

“Kalau mau plus-plus ada paketannya, biasanya mulai Rp500ribu,” ujarnya. Ia menambahkan, tidak semua pemijat melayani jasa esek-esek. “Gimana terapisnya saja, tapi kalau mau tak full paling hanya tambah Rp100 ribu,” ujarnya. Selain itu, DF menceritakan sudah hampir tiga bulan bekerja di panti pijat plus. Sebelumnya, dia mengaku bekerja di kawasan Puncak.

“Kalau panti pijatnya di sini sudah berdiri sejak tujuh tahun lalu,” tambahnya. Dia mengungkapkan, tidak hanya orang Bogor yang sering datang panti pijat plus namun lebih banyak pengunjung dari Jakarta. “Aksesnya lebih mudah kalau lewat Tol,” tambah Difa. Menanggapi masalah tersebut, Trantib Kecamatan Babakanmadang sudah tutup mata terkait keberadaan praktik prostitusi yang berkedok panti pijat tersebut.

“Itu mah mau digimana lagi atuh, memang sudah ada sebelum saya tugas di sini,” ujar Kasi Trantib Kecamatan Babakanmadang, Muhtar. Dia mengaku, sudah sering memberikan imbauan terhadap pengelola panti pijat plus, namun tidak pernah ditanggapi. “Saya mau memberi himbauan apa lagi, memberikan saran sudah, masalah perizinan juga saya tidak tahu karena itu dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” pungkasnya.

You May Also Like