PIJAT DADA SUPER 36 B (2)

PIJAT DADA SUPER 36 B (2)
PIJAT DADA SUPER 36 B (2) – DADA SUPER 36 B. Jam sudah menunjuk pukul 20.14 WIB ketika saya berada di dalam panti KT. Suasana tampak remang-remang. 
Pemandangan pertama kali yang saya dapati adalali sebuab bar lengkap dengan kursi-kursi tunggu. Saya memilib duduk di bangku bar dan memesan segelas bir puuh. Di sudut kiri, ada sofa panjang dengan lampu terang menyala. Di sola tersebut, tampak puluhan gadis duduk santai sambil menebar pandangan. Rupanya, sola itu menjadi ruang display. Setiap tamu yang datang, bebas mengamati gadis-gadis yang akan menjadi lawan kencannya.
Sementara di sudut kanan, terdapat ruang tunggu layaknya miniresto dengan pencahayaan remang-remang. Beberapa tamu asyik duduk ditemani sejumlah wanita. Musik masih saja mengalun kencang. Jangan harap menemukan musik-musik berirama R’nB, garageatau acid328 jazz. Karena musik yang diputar sebagian besar adalali dangdut. Hanya sesekali saja terdengar lagu disko, itu pun lagu yang dipilih kebanyakan “disko ronggeng” 23.
Untuk beberapa saat lamanya, saya hanya asyik memperhatikan keadaan sampai akhirnya seorang “mami” datang. Seperti biasa (ini sudah jadi modus umum di mana-mana), mami itu  langsung bicara “to the point” menawarkan anak didiknya.
download (3)
“Mau yang mana, Bos. Saya pilihkan ya,” tawarnya dengan nada ramah. Dan benar saja, dalam sekejap, saya sudah ditemani seorang gadis dengan raut muka berbentuk oval, rambut agak ikal sebahu dan berkulit sawo matang.
“Ngobrol-ngobrol dulu aja. Kalau kurang sreg, ganti juga nggak papa kok. Ini namanya Nina, 23 tahun,” jelas mami sedikit panjang lebar. Prosesi ramah tamah terjadi. Di bar, Nina melayani saya bak pramusaji. Menuangkan minuman, mengajak ngobrol sebagai ajang pengenalan begitu seterusnya. Saya masih tak berhenti mengamati keadaan sekeliling. Dalam pikiran saya, para gadis yang terkenal dengan service “dada super”nya itu, rata-rata memang berdada besar. Tapi, ternyata tidak semua memiliki prototype seperti itu. Seperti halnya Nina. Menurut gadis yang mengaku berasal dari Indramanyu itu tidak semua gadis-gadis di KT 
23 Disko ronggeng sebenarnya adalali satu istilah popnler untuk lagu-lagu
diskohouse yang ticlak “up to date” dan identik sebagai lagu pengiring untuk para triper.
Lagu-lagunya tidak berpatokan pada tren tertentu dan terkesan “pinggiran”.
memiliki ukuran bra di atas 36 B. Hanya beberapa saja yang memenuhi standar itu. “Yang penting kan bukan ukurannya. Tapi service-nya.” ujar Susan sambil tertawa dan langsung menyeruput segelas minuman kebugaran. Katanya, biar tetap lit karena dia sudah “stand-by” di KT sejak pukul 5 sore.

You May Also Like