Prostitusi Online Sudah Mulai Menjamur di Indonesia

Prostitusi Online Sudah Mulai Menjamur di Indonesia
Prostitusi Online Sudah Mulai Menjamur di Indonesia – Indonesia mungkin saja  bukanlah negara liberal. Tapi di dunia Twitter, tampaknya masalah kebebasan seksual kian meletup-letup. Salah satunya, bagaimana bebasnya sebagian orang ‘menjual diri’ secara terbuka dan tanpa tedeng aling-aling.
Mereguk green tea latte di hadapannya, Saskia—bukan nama sebenarnya, tak kunjung bisa bersantai. Di sebuah kafe di daerah Jalan Sumatera, Bandung niatnya beristirahat setelah lelah menyetir dari Jakarta terus terganggu. “Sial, ini telepon bunyi terus, SMS, WA, BBM, aplikasi gue semuanya rame,” kata perempuan tersebut.
Dia hanya menjawab seperlunya.  Tidak semua permintaan komunikasi itu dibalas. Tiga telepon pintar terbaru di meja tergeletak sibuk. Saskia menghela napas. “Heran, yang booking gue di Bandung, cuma satu orang dan itu tertutup.  Tapi ini ada empat orang Bandung yang ngajak gue ngamar. Mana yang booking itu minta long timegue butuh duit, tapi tidak semuanya bisa terlayani,” katanya.
Foto_Modelnya_Tanggung_02
Booking, ngamar, long time, short time adalah keseharian Saskia. Sedikitnya 2 tahun melakoni pekerjaan sebagai penjaja seks, hampir setiap hari dia tak bisa berleha-leha. Lajang berusia 25 tahun itu memastikan dirinya bisa keluar hotel di Jakarta—tempat dia bermukim, dua sampai tiga kali sehari. “Bahkan pernah baru selesai di hotel yang sama, klien gue sudah nunggu di kamar yang berbeda, ha..ha..ha,” katanya tanpa malu-malu.
Saskia bekerja sendiri, tanpa jalan perantara membuatnya sibuk melewati semua proses booking terhadap dirinya. Menjawab permintaan ngamar, memeriksa rekening bank, menyetir sendiri ke satu hotel ke hotel lain, dan memastikan berhadapan dengan klien yang tidak main-main. “Jujur, ini sudah 2  tahun berjalan. Risiko tinggi tapi duit murni masuk kantong sendiri,” ujarnya.
Sebelum terjun ke dunia esek-esek, Saskia melakoni pekerjaan sebagai pemandu lagu di Karaoke sebuah hotel di Jakarta. Menurutnya, pekerjaan tersebut menuntut dirinya menyiapkan energi besar setiap hari. Mabuk dan meladeni permintaan nakal para pengunjung.
“Capek, duit juga kena potong mamih terus. Badan jadi remuk tiap malam, musti minum,” katanya.
Bersinggungan dengan lelaki hidung belang di karaoke, membuatnya untuk memilih bekerja mandiri.  Walaupun ajakan keluar juga cukup deras. “Pastilah mereka ngajak gue ngamarGue sempat banyak nolak, tapi ketika uang yang didapat besar, gue menemukan jalan,” katanya.
Berbekal nomer telepon, PIN para pelanggannya, dia memutuskan keluar dari tempat yang menggajinya Rp5 juta per bulan itu. Partikelir menjajakan tubuh, Saskia mengklaim dalam sebulan dia bisa mengantongi uang Rp7,5 juta sampai Rp12 juta. Tarifnya untuk waktu singkat Rp1 juta dengan maksimal waktu 2 jam x 2 making love (ML). Untuk long time dia membandrol tubuhnya Rp 2 juta untuk 4 jam dan 4 kali ML maksimal.

    Halaman Selanjutnya
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

You May Also Like