Seks Kinky Helikopter (2)

Seks Kinky Helikopter (2)
Seks Kinky Helikopter (2) – Sekitar awal Maret 2006 lalu, Bob meng-undang saya melihat-lihat desain AS. Satu kesem-patan yang sayang kalau dilewatkan. Bukan apaapa, saya penasaran dengan konsep baru yang dita-warkan oleh kelab AS, terutama dari segi interior dan so pasti, menu entertainment yang ditawarkan. Apakah benar-benar beda dengan sejumlah kelab elit yang selama ini jadi trendsetter di Jakarta, atau cuma menambal sulam saja, tak lebih.
Sesuai hari yang dijanjikan, saya bertemu Bob di kelab AS, sekitar pukul tujuh malam. Kebetulan, ini hari pertama kelab AS melakukan uji coba, semacam trial opening. Tidak banyak tamu yang datang, hanya ada beberapa puluh orang yang tampaknya memang sengaja didatangkan untuk memberikan kritik, saran, dan masukan. Di antara puluhan tamu undangan, terlihat beberapa wajah laki-laki yang sudah tak asing lagi bagi saya. Maklum, selama ini mereka menjadi member-face di sejumlah tempat hiburan malam di Jakarta. Tak ketinggalan, dua dari lima owner kelab AS juga terlihat membaur bersama para undangan.
images (4)
Malam itu, trial opening itu dipusatkan di area nite-club, di lantai dua. Bob dengan ramah menjelaskan segala macam fasilitas dan pelayanan yang ada di kelas AS. Lounge, bar, resto, karaoke, bath & sauna, dan lain-lain. Yang menarik, tentu saja, bukan sederet fasilitas itu. Tapi, hmmm… lebih pada sex-entertainment-nya. Desain nite-club di kelab AS cukup membuat sebagian besar tamu—dan saya, tentunya— terkagum-kagum. Area dancefloor di-setting tak ubahnya kapal pesiar dengan tiang-tiang besi di sekelilingnya.
Di area ini juga ada dua buah private room untuk menikmati pertunjukan striptease. Tahu sendirilah, namanya juga private, tontonan yang disuguhkan pastinya berbau seks. Ya apalagi kalau bukan tarian striptease dengan menu lokal dan impor. Semua tinggal pilih: dari pribumi, Cina, sampai Rusia.
“Sebulan lagi, kita akan soft launching kok. Tunggu saja tanggal mainnya,” celetuk Bob yang menjadi “tour leader” malam itu.
Dari lounge bar, semua tamu dibawa melihat-lihat ke resto, karaoke, dan area untuk bath & sauna untuk beberapa saat lamanya.
Setelah itu, sebagian tamu ada yang memilih diam di nite-club, sebagian lagi memilih “cabut” dari kelab AS.

You May Also Like