Suguhan Wanita Penari Erotis di Pusat Ibukota

Suguhan Wanita Penari Erotis di Pusat Ibukota

Suguhan Wanita Penari Erotis di Pusat Ibukota – Rombongan wanita penari erotis (striptis) telah tiba dari belakang panggung. Satu persatu wanita penari erotis tanpa busana itu mulai menghampiri meja tamu dan siap memanaskan suasana malam di klub malam bilangan Senen, Jakarta Pusat. Kurang lebih ada 15 wanita penari erotis ‘hot’ yang ada dalam rombongan itu.

Alunan musik DJ semakin menghidupkan suasana malam di sebuah diskotek di kawasan Senen Jakarta Pusat. Selang berapa menit, seorang wanita penari erotis cantik dengan pakaian terbuka langsung menghampiri meja kami.

“Mau pesan apa bang,” kata wanita penari erotis dengan nama Sheila tertera di bajunya. Tanpa basa-basi, kami langsung memesan satu tower bir sebagai pelepas dahaga malam itu. “Ladies Night With Stripties,” tertulis di spanduk ukuran 1×2 meter yang terpasang di dinding.

Singkat cerita, acara pun dimulai, rombongan wanita penari erotis (striptis) mulai keluar dari sebuah pintu kecil tepat dibelakang panggung DJ. “Suiit suiit suiittt,” suara siul pria yang ada di samping meja kami.

Kami sempat mendatangi klub malam tersebut. Dengan langkah nakal, salah satu wanita penari erotis cantik itu menghampiri table (meja) 9 tempat kami berada. “Widihh, putih bro,” ucap Ucok, nama samaran.

Wanita penari erotis terus memberi senyum nakal dari bibirnya yang tipis. Penonton pun seperti terbius dengan putih parasnya.

Wow, wanita penari erotis itu tiba-tiba berdiri diatas meja dan langsung meliuk-liukan tubuh seksinya  itu. “Idiihh, galak bener,” sambung Zul, pengunjung lain.

Wanita penari erotis itu kemudian beraksi di tiang besi, tepat di atas meja kami. Gerakan rambut, tubuh, kakinya diselingi aksi remas payudara membuat penonton terdiam, fokus pada penampilan itu. “Gak tahan gue nih bro, bisa mati berdiri nih,” sambung Ucok sembari menghela napas dan menundukan kepala.

Usai menari di atas meja bertiang, wanita penari erotis (striptis) seakan tak puas dengan gerakan tariannya. Kaki panjangnya turun dari meja dan langsung duduk di pangkuan temanku. “Eiit mau ngapain neh?” Kata Ucok dengan muka merah,

Sontak kami tertawa dan berkata, “hajar Cok”. Melihat respon positif dari kami, wanita penari erotis tanpa busana itu makin liar. Sambil duduk dipangkuan Ucok, ia mulai mengoyangkan pinggulnya yang  dilapisi jaring segitiga tipis warna hitam.

“Busyet, mau diapain neh gw,” ucapnya. Setelah lama diam, wanita penari erotis itu mulai berkata. “Diem aja bang, nanti saya kasih goyang hot deh,” ucapnya dengan centil. Ucok pun seolah tak kuasa dan menerima dengan pasrah rayuan itu. “Terserah lo dech mbak, gw ma asyik-asyik aja yang penting transparan,” ucap Ucok.

Wanita penari erotis itu mulai membuka kedua kakinya, dan dia mulai bergoyang dengan gerakan berputar di atas tubuh Ucok. Kedua tangannya berada di atas kepala sambil menghelai rambut, sementara kedua payudara penari itu meloncat-loncat. (rmoljakarta)

Baca juga:

You May Also Like