“TANGJU” & “HAND-ROLL” SERVICE AFTER LUNCH (1)

“TANGJU” & “HAND-ROLL”  SERVICE AFTER LUNCH (1)
“TANGJU” & “HAND-ROLL”  SERVICE AFTER LUNCH (1) – SEBUAH klub menggelar pertunjukan penari tangju di siang bolong, di ruang pribadi. Pengunjungnya, sebagian besar orang kantoran. “Sex after lunch”. Istilah yang juga popular dengan sebutan Bobo-Bobo Siang (BBS) ini, bagi sebagian komunitas masyarakat urban di Jakarta, sudah jadi tren yang mewabah. Tidak saja di kalangan esmud laki-laki tapi juga wanita.
CXIemeZUsAARk4e
Dalam praktiknya, sex alter lunchitu tidak melulu menjadi perilaku yang melibatkan hubungan personal, entah terlibat dengan teman sekantor atau kencan dengan selingkuhan pada saat jeda jam makan siang.
Dalam skala yang lebih luas, sex after lunch bagi sebagian laki-laki yang terbiasa dengan faham ini, ternyata melebar pada kecenderungan untuk mengaktualisasikan sex after lunch dalam bentuk “jajan” atau pelesir ke tempat-tempat liburan plus.
Sudah jadi rahasia umum sebenarnya, kalau sejumlah tempat hiburan plus yang tersebar di tiap sudut Jakarta, beberapa di antaranya letaknya berada di antara gedung-gedung perkantoran. Tidak saja berdampingan, tapi ada juga yang menyatu dalam satu gedung.
Tak heran memang, kalau tempat pelesir cinta di Jakarta sekarang ini, telah hadir di tengahtengah ruang publik, dalam pengertian yang seluas- luasnya. Kata orang, di tiap sudut kota Jakarta, telah hadir tempat­tempat pelesir cinta. Begitu mudahnya sampai-sampai ada yang bilang jalan ke kiri ada striptis, jalan ke kanan ada “massage plus”, putar balik, eh… ada karaoke dengan lady escort-nya yang siap dengan layanan seks, dan maju ke depan, ada hotel plus, sauna plus dan sebagainya.
Beberapa tempat pelesir cinta ini, tidak semua menjalankan operasinya di waktu malam saja, tapi ada juga yang buka di siang bolong. Tamu yang datang, meskipun tidak seramai di waktu malam, tetap menggeliatkan siang Jakarta yang sudah panas. Di sejumlah tempat hiburan yang menawarkan jasa pelayanan seks, berceceran keringat di ruang tertutup, seperti yang terjadi di klub KB, ketika siang menjemput dan puluhan laki-laki berpacu dengan menu makan siangnya sambil melahap aneka menu pilihan dari lokal sampai Eropa, di tengah-tengah ruangan meliuk penari-penari tangju (tanggal baju)5 yang setiap saat menunjukkan aksi-aksi panas dan siap menerkam kliennya dengan aneka “service” yang amat beragam; dari oral seks, “hand service”, “hand roll” sampai layanan “intercourse” (persetubuhan).
PELAYANAN GADO-GADO.
Klub KB sebenarnya terkenal sebagai tempat hiburan gado-gado yang memadukan sarana biliar, kafe, music lounge dan karaoke. Sejak beroperasi sekitar tahun 1997, KB lebih populer sebagai kafe. Klub yang berada di bilangan Sudirman itu selama hampir kurang lebih 6 tahun beroperasi, tak pernah sepi dari geliat napas manusia yang haus akan refreshing dan rekreasi.(sfr)

You May Also Like