Tempat Amoy Harga Miring (1)

Tempat Amoy Harga Miring (1)

Tempat Amoy Harga Miring (1) – Di ibukota Jakarta, untuk mendapatkan layanan kenikmatan dari gadis-gadis muda bermata sipit alias amoy ternyata tidak susah. Tinggal pilih, mau bertarif selangit atau yang sangat miring. Mau amoy lokal atau impor.

Simak saja penelusuran kami di beberapa lokasi berbeda yang biasa dijadikan sarang mereka untuk beraksi.

Untuk amoy kelas jalanan, mungkin sudah menjadi rahasia umum. Ya. Jika malam menjelang, di sepanjang Jalan Hayam Wuruk hingga ke Gajah Mada Jakarta Pusat, para amoy ini secara vulgar menjajakan tubuhnya di pinggir jalan.

Mereka berdandan menor dan berpakaian sangat seksi. Kepada pengendara yang melintas, tak segan-segan para amoy ini menggoda dengan gaya genitnya.

Karena di pinggir jalan, mereka baru akan beroperasi ketika malam mulai larut. “Biasanya di atas jam 21.00 WIB, ketika jalanan mulai sepi,” jelas Mamad (nama samaran), pemilik kios rokok yang mangkal di sekitar Gajah Mada .

Menurutnya, para amoy-amoy tersebut tidak bekerja sendirian. Mereka telah terorganisir dan didikendalikan oleh seorang mami (mucikari). “Tapi ada juga sih kalo cuma satu atau dua yang kerja sendiri (tanpa mami),” beber Mamad.

Menariknya, para amoy yang menjajakan diri di wilayah tersebut selalu dikawal oleh seorang pengendara motor. “Mereka yang akan antar jemput ke hotel jika ada tamu. Tugas lainnya dia adalah menjaga keselamatan ceweknya, termasuk kalau ada razia petugas,” lanjut Mamad.

Ya. Untuk amoy di kawasan Gajah Mada dan Hayam Wuruk memang tidak mau dibawa langsung oleh pria yang akan menikmati kemolekan tubuhnya. Setelah transaksi deal, mereka akan diantar ke hotel oleh pengendara motor tadi.

Disamping itu, para amoy tersebut hanya mau diajak kencan di hotel yang biasa dipakai mereka menservis tamunya.

Hotel- hotel itu umumnya tidak jauh dari tempat mereka mangkal. Alasan para amoy, karena setelah melayani pria yang membukingnya, dia bisa balik lagi mangkal dan menggaet mangsa lain. [prs]

You May Also Like