Wanita Mendominasi Jaringan Bisnis Wanita Penghibur

Wanita Mendominasi Jaringan Bisnis Wanita Penghibur

Germo-germo wanita, ternyata mendominasi jaringan bisnis wanita penghibur, dari kelas menengah sampai atas . modus operandinya rapi dan terorganisasi Ada juga yang khususmenangani kalangan artis. Uang panas pun berlimpah di bisnis ‘kolamsusu’.
Dalam bisnis seks, ada satu mata rantai yang tak bisa dipisahkan.

Selain ada barang dalam hal ini wanita atau pria pekerja seks profesional, juga dibutuhkan pembeli. Cukup? Belum. Ternyata, ada satu mata rantai yang menjadi jembatan keduanya, yaitu germo atau biasanya cukup disingakat GM. Ada juga yang menyebutnya mami, mucikari, brokerdan sederet sebutan lain.

Dalam skala fungsi operasi, ternyata para germo ini memegang peranan yang sangat dominan. Dari menentukan proses perekrutan, marketing sampai sale. Boleh dibilang, mereka adalah kartu truf yang mesti ikuti bermain di dalam tiap permainan.

Dulu, nama Hartono pernah menghebohkan publik. Germo kaliber internasional yang terkenal memiliki ratusan wanita penghibur kelas atas itu sempat menggegerkan Bali dengan mega proyek Planet Bali-nya, sebuah tempat hiburan kelas atas yang di dalamnya terdapat ratusan wanita cantik yang kapan pun bisa diorder dan diboking.

n1375383988_20112_2453

Hartono, kini mungkin hanya tinggal nama. Karena kabar terakhir, pria Surabaya itu terkena masalah demi masalah. Terakhir, rumahnya di Jl. Darmo menjadi sengketa dan sekarang tengah jadi rebutan. Malah, Hartono akhirnya memutuskan membakar rumah itu lantaran putus asa. Dalam sebuah berita yang dilansir media cetak Ibu kota, Hartono mengaku sudah jatuh miskin. Tak heran kalau banyak orang menyebutkan, era Hartono sebagai big GM sudah tamat.

Cerita Hartono, barangkali hanya satu lembar yang terbuka dari sekian ratus lembar yang tertutup. Dalam ratusan Bisnis ‘Kolam Susu’ GM Super lembaran yang masih tertutup itu, di dalamnya masih banyak terdapat catatan tentang kisah sejumlah GM yang sampai kini masih jaya dan terus menjalankan operasinya. Dan sejumlah GM itu banyak yang berstatus wanita.

GM Wanita. Dalam skala kecil saja, di beberapa tempat hiburan di Jakarta yang menawarkan jasa wanita penghibur, hampir kebanyakan GM-nya adalah wanita. Di diskotek-karaoke LM, kawasan Hayam Wuruk misalnya, lima ‘mami’ yang membawahi sedikitnya 100 wanita penghibur adalah GM wanita. Dan jangan salah, para GM ini mempunyai wilayah kekuasaan yang luas.Mereka pada garis besarnya bertindak sebagai manager. Dalam prakteknya, seperti di panti plus DK, kawasan Grogol, Jakarta Barat misalnya, semua wanita penghibur yang jumlahnya mencapai 300 wanita, di bawah kendali GM.

n1358895380_30080641_7648

Sekitar 300 wanita pekerja seks profesional itu diorganisir oleh beberapa orang GM yang membawahi beberapa puluh orang. Biasanya, satu GM mengorganisir sekitar 50-100 orang. Tengok saja pembagian keuangan yang berlaku di panti plus, DK. Tarif yang berlaku di situ Rp. 80 ribu/jam untuk kelas biasa dan Rp. 90 ribu/jam untuk kelas VIP. Untuk tarif Rp. 80 ribu, setorannya terbagi menjadi Rp. 30 ribu untuk GM, Rp. 30 ribu lagi masuk ke rekening GM sebagai uang tabungan dan jaminan, Rp. 40 ribu masuk ke manajemen panti, Rp. 2.500 untuk uang “keamanan”dan Rp. 7.500 diterima casholeh si wanita penghibur. Itu hanya satu kasus dalam skala kecil. Dari situ saja, tampak dominasi GM yang paling tidak mendapatkan masuknya uang dalam jumlah yang paling besar. Meskipun Rp. 30 ribu dihitung sebagai simpanan dan jaminan untuk si wanita penghibur, tapi arus masuk keluar itu tetap saja di bawah GM.

Bayangkan saja, sekali transaksi, satu wanita penghibur hanya mendapat Rp. 7.500 di tangan. Sisa uang Rp. 30 ribu, menjadi simpanan yang berada dalam pengawasan GM. Hebatnya, uang sejumlah Rp. 30 ribu itu juga menjadi semacam garansi untuk kelangsungan hidup si wanita penghibur. Paling tidak, keberadaan uang tersebut membuat mereka tak bisa sembarangan kabur atau berbuat sekehendak yang mereka inginkan. Begitu superior GM di DK, sampaisampai wanita penghibur yang bekerja, hampir pasti berada di bawah kendalinya. Bisa dibayangkan, satu GM bisa membawahi sedikitnya 50 orang. Mereka ditampung dalam sebuah rumah besar milik GM.

Status mereka tidak gratis. Uang sewa rumah pun langsung diambil dari penghasilan. GM mengawasi semua gerakgerak anak buahnya. Untuk keperluan belanja saja, mereka selalu ditemani sopir. Kemana­mana mesti sepengatahuan GM. Jam kerja mereka berlangsung dari pukul 14.00 WIB sampai 04.00 WIB dini hari. Selepas dari jam kerja, mereka harus berada di rumah penampungan, di bawah pengawasan GM.

n1375383988_73845_7329

Salah seorang wanita penghibur di diskotek-karaoke DK, sebut Wiwin, 24 tahun, gadis asli Malang, Jatim mengatakan, sudah hampir dua tahun ia bekerja di DK. Win mengaku menjadi anak buah ‘Mami’ Tien, 38 tahun. Menurutnya, ada sedikitnya 25 wanita yang tinggal bersamanya. Mami Tien inilah yang mengontrol kendali hidup dan pekerjaannya.
“Semua diurus Mami Hen. Mau beli bedak saja, mesti lewat dia dan dikawal. Apalagi barang mewah seperti perhiasan,” ungkap Wiwin terus terang

Di rumah penampungan 2XX, di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, GM Joyce, 42 tahun, tak kalah ‘basah’nya. Wanita setengah baya yang sudah meng-geluti bisnis ‘kolam susu’ selama hampir lima tahun itu, mempunyai anak buah tak kurang dari 25 wanita. Mereka ini di-tempatkan dalam sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal sehari-hari.

Di rumah itulah, Joyce menjalankan roda bisnisnya. Saban hari, puluhan laki-laki mampir untuk mencari pasangan tidur. Dengan tarif Rp. 300 ribu untuk one short time, Joyce memburu laki-laki kalangan menengah sebagai ladang bisnis ‘kolam susu’nya. Rumah Joyce sebenarnya hanya berfungsi sebagai rumah penampungan untuk bertransaksi, lain tidak! Fasilitas rumah itu dilengkapi dengan halaman parkir yang muat untuk lima sampai delapan mobil, ruangan ber-AC dan interior rumah yang cukup mewah. Ruangan tamu yang menjadi tempat bersantai untuk tamu cukup lebar dilengkapi sofa empuk memanjang dengan meja kaca. Begitu damu datang, langsung dipersilakan me-milih gadis yang dikehendaki. Biasanya, Joyce sendiri yang mengkoordinir proses transaksi itu sampai mencapai kata sepakat. Begitu deal, bayar kontan di tempat dan tamu bebas membawa wanita penghibur kemana mereka suka. Untuk transaksi one short time, tarifnya memang Rp. 350 ribu. Tapi dalam prakteknya, banyak tamu yang boking untuk long time,bisa all nitebahkan tak jarang berharihari. Tarif long time, satu malam, biasanya berkisar dari harga Rp. 750 ribu sampai Rp. 2 juta. Dalam sehari, Joyce bisa melakukan transaksi tak kurang dari 5-10 orang. Bahkan, kalau lagi musim gajian, transaksi tersebut bisa naik dua kali lipat. Para gadis yang menjadi anak didik Joyce mempunyai usia yang beragam.

abg dugem

Dari yang muda sampai yang punya jam terbang tinggi. “Yang paling tua umurnya 28 tahun. Itu pun dua atau tiga orang. Yang lain, masih muda-muda dong,” tukas Joyce sembari mempromosikan anak buahnya. Bisa dikira-kira, berapa banyak uang yang masuk ke kantong dari bisnis kolam susu yang digeluti Joyce? Yang pasti, bisnis-nya amatlah basah. Bayangkan saja kalau dalam sehari terjadi transaksi minimal 5 kali dengan total Rp. 350 ribu per orang. Jumlahnya Rp. 1.750.000,-. Itu baru ukuran minimal atau transaksi dengan estimasi rendah. Dalam transaksi besar, jumlah uang yang beredar, dari transaksi short timesampai long time,pastilah puluhan juta jumlah uang yang terkumpul. Gambaran layaknya wanita kaya yang hidup makmur segera terbayang. Wanita yang masih tampak cantik dan terawat itu, tinggal bersama dua anak lelakinya, —tanpa suami, dua orang staf yang membantu menjalankan roda bisnis sehari-hari dan tiga orang pembantu rumah tangga.

Sebuah mobil New Ice dan BWM Seri 5 tampak mengisi garasi di sudut kiri rumahnya. Dari penampilannya saja tampak sekali barangbarang bermerek menempel di tubuh Joyce. Penampilan sehari-hari tampak selalu mewah. Dari baju yang dikenakan, jam tangan sampai sepatu yang membungkus dua kaki. Para anak didik Joyce sebagian ada yang tinggal di rumah, sebagian lagi dikontrakkan di sebuah apartemen, tak jauh dari rumah penampungan. Meski kebanyakan berstatus freelance, setiap harinya ada sekitar 10-15 wanita yang stand-by di rumah penampungan sedari siang. Kalau tidak begitu, sebuah album ekslusif diletakkan di ruang tamu untuk membantu tamu memilih pasangan. Jadi, kalau wanita yang dikehendaki tamu tidak ada di tempat, Wati atau stafnya tinggal memberikan album foto. Jaringan bisnis Joyce tidak hanya berhenti sampai di ‘rumah penampungan’.

n1375383988_73973_7894

Sebagai GM, dia mempunyai akses yang solid dan jaringan bisnis yang luas. Selain sibuk mengelola bisnis rumah penampungan, Joyce juga terkenal sebagai pemasok wanita-wanita penghibur di sejumlah karaoke dan tempat­tempat hiburan lain. Di karaoke & panti plus RM, kawasan Ancol misalnya, Joyce sedikitnya memasok 20 wanita penghibur yang siap melayani tamu sampai ke tempat tidur. Nama Joyce di kalangan laki-laki petualang cinta di Jakarta, sudah tak begitu asing. Maklum, selama bertahun-tahun menjalankan roda bisnisnya, wanita yang datang merantau dari Manado dan hanya tamatan SMA itu pun, menggaruk untung di bisnis prostitusi. Soal jam terbang, Joyce sudah kenyang makan asam garam kehidupan, terutama dengan dunia malam yang ia geluti. Sebelum mengelola rumah penampungan cinta dan menjadi GM, Joyce selama masih mudanya, juga ‘pemain’. Pada masa-masa kecantikannya, Joyce dikenal sebagai salah satu primadona di jajaran wanita highclass callgirl. Selain Joyce, salah satu GM wanita yang cukup punya nama di Jakarta adalah mami Irene, 43 tahun. Wanita berdarah Indo-Mandarin ini mempunyai anak buah yang menyebar di tiga panti pijat hotel berbintang di Jakarta; hotel TL di Jakarta Pusat, AR dan GL di Jakarta Selatan.

Di ketiga tersebut, Irene memasok tak kurang dari 50 wanita pemijat. Mereka ini diputar sesuai dengan shift satu minggu sekali. Dalam hitungan kasar saja, tarif per satu jam untuk jasa massage di hotel TL adalah Rp. 125 ribu net. Sedangkan di hotel AR Rp. 115 ribu net dan di hotel GL, Rp 132 ribu net. Hampir semua wanita anak didik Irene, rata-rata siap dengan pelayanan plus. Artinya, mereka selain di-trainingtata cara pijat profesional, mereka juga menyediakan jasa pelayanan seks, langsung di tempat atau boking selepas jam kerja. Untuk sekali transaksi di luar, satu wanita harus menyetor Rp 200 ribu ke Irene. Makanya, tarif rata-rata yang dipatok para anak didiknya Irene untuk transaksi seks biasanya di atas Rp. 300 ribu per one short time.Sementara dari tiap panti pijat hotel, Irene mendapat komisi 25% per transaksi.(sumber:http://wwwblogger-kejora4.blogspot.com/)(sumberfoto:google.com)

BACA JUGA:

You May Also Like