Weekend Party Janda-janda Tajir (2)

Weekend Party Janda-janda Tajir (2)
Weekend Party Janda-janda Tajir (2) – Sebagai janda, mereka punya komunitas tersendiri. Hampir tiap malam, mereka kerap mankir di kafe ZB, di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Mereka reserved tempat yang muat untuk 10-20 orang. Yang datang tidak melulu wanita, tapi beberapa diantaranya pria berumur.
Mereka termasuk tamu eksklusif. Para awak kafe menjadikan mereka tamu istimewa. Sebagai costumer, mereka  termasuk katagori kelompok yang spendmoneydalam jumlah besar. Di kafe ZB itulah, kami mengenal Shinta dan Monica. Keduanya tampak supel, ramah dan enak diajak bicara.
images
Biasanya, Shinta, Monica dan beberapa gank-nya, sering melewatkan jam-jam sore dengan mangkal di kafe-kafe mal seperti yang terdapat di Plaza Senayan. Kalau tidak  begitu, mereka sering menghabiskan waktu dengan bersantai di salon kecantikan. Ya,apalagi kalau tidak untuk ngrumpi tentang segala persoalan sambil merawat diri. Selain itu, mereka juga punya gang arisan bulanan yang diselenggarakan dari kafe ke kafe. Kalau tidak begitu, diadakan di rumah pribadi.
Dari salah satu kelompok janda tersebut kami mengenal dengan baik satu di antaranya, sebut saja Shinta. Dan dalam satu kesempatan di bulan Desember 2001, kami tak menolak ketika Shinta meminta kami untuk mengabadikan pesta ulang tahun Monica yang ke-29. Pesta itu digelar di ballroom sebuah hotel berbintang empat, sebut saja hotel GH, di kawasan Jakarta Selatan. Hotel tersebut berada di sebuah kawasan yang di sekelilingnya dijejali aneka restoran yang menjual aneka masakan. Dari yang khas Indonesia sampai mancanegara. Tak jauh dari hotel GH terdapat sebuah plaza yang pada tahun 1996 pernah jadi arena lokasi mejeng sejumlah anak-anak gaul Jakarta, sebelum mereka pindah ke Mal Pondok Indah dan Plaza Senayan.
 Pada hari yang ditentukan, kami datang ke lokasi. Jam baru menunjuk pukul 19.25 WIB. Dalam undangan disebutkan, pesta baru akan dimulai pada pukul 21.00 WIB. Kami memutuskan untuk melihat-lihat suasana ball-room. Letaknya berada di lantai dua.Para awak hotel sibuk men-desain  ruangan. Bunga-bunga beraroma harum, meja makan dan bar mini. Ball-rom seluas dua kali lapangan bola voli itu nyaris kering. Yang tampak hanya hamparan permadani warna­warni dengan bias lampu warna kuning keemasan. Lewat setengah jam kemudian, Monica, yang punya hajatan, datang ditemani beberapa karibnya.

    Halaman Selanjutnya
  • 1
  • 2

You May Also Like